M Nurhadi
Senin, 01 Januari 2024 | 15:46 WIB
Suasana Tol Bali Mandara yang alami kemacetan total. (Instagram/@infodenpasar)

SuaraBali.id - Kamacetan parah terjadi di Bali jelang malam Tahun Baru 2024, tepatnya di kawasan jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Adapun 3 dugaan penyebab macet parah di Bali saat malam tahun baru, yang berpotensi kembali terjadi.

Diberitakan sebelumnya, jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mengalami kemacetan parah pada malam Tahun Baru. Akibat kemacetan tersebut, banyak wisatawan yang kemudian memilih jalan kaki menuju bandara.

Mengenai kemacetan parah yang terjadi di Bali pada malam tahun baru, kira-kira apa penyebabnya? Nah berikut ini 3 dugaan penyebab macet parah di Bali saat malam tahun baru, yang berpotensi kembali terjadi.

1.  Peningkatan Kendaraan

Menteri Perhubungan (Menhub) menyampaikan, kemacetan ekstrem yang terjadi di menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada musim libur Nataru (Natal dan Tahun Baru akibatnya adanya peningkatan kendaraan secara bersamaan.

2. Area Parkir yang Memakan Lalu Lintas Jalan

Pada muslim libur Nataru, banyak toko oleh-oleh di Bali yang dipadati pengunjung. Banyaknya pengunjung yang membawa mobil membuat area parkir pun mengular hingga ke lalu lintas jalan. Akibatnya, lalu lintas jadi terhambat sehingga menyebabkan kemacetan.

3.  Penumpukan Kendaraan

Dugaan lainnya kemacetan parah terjadi di jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali ini karena adanya penumpukan kendaraan di pintu masuk menuju Bandara karena sedang mengejar jadwal penerbangan.

Baca Juga: Intip Keseruan Jokowi Borong Corndog di Malam Tahun Baru 2024

Berkaca dari kemacetan jelang malam tahun baru, kira-kita potensi kemacetan tersebut apakah berpotensi kembali terjadi di Bali? Dishub Bali memprediksi bahwa kemacetan pada sejumlah titik di Bali akan awet sampai tanggal 3 Januari 2024, saat libur Nataru selesai.

Namun untuk meminimalisir kemacetan, Dishub Bali pun mencoba untuk menerapkan berbagai kebijakan lalu lintas.  Adapun salah satu kebijakan lalu lintas tersebut yaitu dengan melakukan rekayasa lalu lintas.

Selain itu, Dinas perhubungan juga menyampaikan bahwa ada rencana untuk pembangunan LRT di Bali. Dengan adanya transportasi massal ini jadi salah satu solusi untuk meminimalisir di Bali, terutama pada musim liburan maupun hari kegamaan.

Kontributor : Ulil Azmi

Load More