SuaraBali.id - Dua orang WNA asal Timor Leste menjadi korban penebasan yang terjadi di rumah kos yang berada di Jalan Bedugul, Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Rabu (20/12/2023).
Dua orang bernama John dan Matias Fernandes itu dianiaya orang tak dikenal pada tengah malam itu. Dari keterangan saksi bernama Moises Marcal, dirinya baru saja dijemput oleh John dari Bandara I Gusti Ngurah Rai usai kembali dari Inggris.
Moises baru akan melanjutkan penerbangannya kembali ke Timor Leste pada Rabu (20/12/2023) pagi, sehingga John mengajak Moises mampir ke kosnya. Moises juga dijemput satu mobil bersama kakaknya, Matias Fernandes.
“Menurut keterangan saksi bahwa saksi baru datang dari Inggris, tiba di Airport Ngurah Rai Denpasar akan transit, sebelum akan melanjutkan penerbangan menuju Timor Leste,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi dalam keterangannya pada Rabu (20/12/2023).
Setelah tiba di rumah kos sekitar pukul 00.45, ternyata sudah ada 6 orang yang menunggu di depan. Mereka juga disebut lengkap membawa senjata berupa parang.
“Sampai di rumah kos, para pelaku sudah ada di TKP menunggu sekitar 6 orang dengan bersenjata parang,” imbuh Sukadi.
John kemudian sempat turun dari mobil untuk menghampiri seorang saksi lainnya yang merupakan mahasiswa penghuni kos itu bernama Frank Asido Lumbantobing. Saksi itu menjelaskan jika keenam orang itu sedang ingin menemui John.
Namun, para pelaku langsung menyerang John di tempat itu, sementara Frank langsung lari kembali ke kamar kosnya. Pelaku itu juga langsung menyerang penumpang John di dalam mobil sehingga melukai Matias Fernandes.
“Pelaku datang menyerang dan korban (John) sempat mendorong saksi (Frank) dan menyuruh saksi cepat masuk ke kamar kos agar terhindar dari serangan pelaku, saksi lari masuk ke kamar,” ujar Sukadi.
Baca Juga: Pemotor Mr. X Tewas Tabrak Dump Truck Parkir di Denpasar
Diketahui setelah berhasil menyerang John dan Matias, semua pelaku langsung kabur dari TKP. Penyerangan itu membuat kedua korban mengalami luka tebas di bagian tangan. Selain itu, mobil Xpander yang dikendarai John juga mengalami kaca pecah pada beberapa bagian.
Setelah melakukan olah TKP, polisi sudah mengantongi ciri-ciri dari para pelaku yang terlibat. Saat melakukan penyerangan, keenam pelaku disebut menggunakan penutup wajah, helm, dan jaket ojek online. Mereka juga disebut memiliki dialek khas orang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Polisi masih akan melakukan pengejaran terhadap pelaku penyerangan itu, sementara kedua korban sudah menerima perawatan di RSUP Prof. Ngoerah.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Ajak Masyarakat Stop Beri Stigma Negatif
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat