SuaraBali.id - Sosialisasi program pengolahan kotoran kuda menjadi sumber biogas sebagai pengganti gas alam kepada para kusir Cidomo yang menjadi alat transportasi tradisional lokal di Mataram mulai dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
"Tim kami di Dinas Perhubungan (Dihub) sudah melakukan sosialisasi ke para kusir Cidomo terkait program tersebut dan alhamdulillah bisa diterima oleh para kusir," kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram H Lalu Martawang, Selasa (21/11/2023).
Namun bukannya tanpa kendala, karena para kusir mengeluh gara-gara tak punya alat penampung kotoran kudanya.
"Untuk itu, langkah pertama kita mewujudkan program pengolahan kotoran kuda jadi biogas adalah membagikan alat penampung kotoran kuda," katanya.
Setelah disiapkan maka kotoran kudanya akan diangkut dan dikumpulkan pada titik yang disepakati.
"Kami tidak ingin setelah kusir menampung kotoran kuda, kemudian dibuang sembarangan," katanya.
Dengan demikian, harus ada satu wadah yang disiapkan untuk mengumpulkan kotoran kuda pada titik-titik tertentu salah satunya di areal pasar tradisional yang menjadi tempat bisa kusir Cidomo mangkal.
Ia berencana, pengolahan kotoran kuda menjadi biogas akan dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan untuk menyuplai kebutuhan di Bumi Perkemahan RTH Pagutan.
Ketika ada kegiatan kemah, peserta tidak perlu membawa gas untuk kegiatan masak-memasak tapi mereka bisa menggunakan biogas sebagai alternatif energi yang sudah disiapkan oleh pihak pengelola.
Baca Juga: Jelang Pemilu, ASN di Mataram Hanya Boleh Foto Dengan Pose Salam Komando
"Itu tentu akan sangat membantu para peserta, apalagi biogas yang disiapkan berbasis lingkungan," katanya.
Dishub juga meminta untuk berkoordinasi dengan lembaga swadaya masyarakat yang peduli tentang masalah limbah kotoran kuda tersebut.
Salah satunya di Kecamatan Selaparang sebab Kecamatan Selaparang sudah memiliki embrio membuat biogas mini rumahan (BioMiru) dari sampah organik.
Selain itu di Kecamatan Sepalarang juga terdapat kandang kumpul, yakni di Kelurahan Karang Baru yang juga bisa menjadi lokasi uji coba biogas dari kotoran kuda.
Sementara data Dishub Kota Mataram menyebutkan, jumlah Cidomo yang beroperasi di Kota Mataram sekitar 400, namun sebagian besar berasal dari luar Kota Mataram. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Harga Rp20 M tapi Cepat Rusak! Dugaan Korupsi Mesin Pengolah Sampah Pemkab Lombok Diusut Kejati
-
Keruntuhan Wibawa Mataram di Perlawanan Penguasa Madura Atas Hegemoni Jawa
-
Momentum MotoGP, Kunjungan Wisatawan ke Mandalika Terus Meningkat
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati Berkedok Pengobatan
-
Bezzecchi Juara di Mandalika, Aprilia Cetak Sejarah
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG