SuaraBali.id - Visum terhadap anak SD yang meninggal karena dianiaya oleh ayah kandungnya S (46) sudah selesai. Berdasarkan hasil visum et repertum yang dilakukan petugas medis Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB, diketahui penyebab meninggalnya bocah perempuan tersebut salah satunya karena tidak lancarnya oksigen yang tersalurkan didalam tubuh korban.
Keterangan ini disampaikan Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama usai kegiatan Visum di Ruang instalasi forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB, Senin (23/10/2023).
Ia mengatakan, tersendatnya oksigen tersebut akibat tekanan suatu benda pada leher korban sehingga udara yang naik ke otak dan ke seluruh bagian tubuh lainnya. Pada akhirnya menyebabkan korban meninggal dunia.
“Adanya terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuh dan kepala akibat benturan benda tumpul juga merupakan penyebab meninggalnya korban,” katanya.
Dari beberapa keterangan yang diperoleh dari terduga pelaku ada kemiripan atau sinkron dengan hasil Visum yang dilakukan pihak Rumah Sakit, seperti tersendat peredaran oksigen akibat leher korban yang diikat menggunakan sajadah, kemudian bagian tubuh yang luka dan lebam akibat dibenturkan ke tembok oleh terduga
"Ada kemiripan antara hasil visum dan keterangan terduga pelaku,” tegas Yogi sapaan akrabnya.
Untuk sementara, lanjut Yogi, selain dugaan tindak pidana penganiayaan belum dapat dijelaskan karena masih dalam proses pemeriksaan dan pengembangan yang dilakukan Tim penyidik Sat Reskrim Polresta Mataram.
Untuk diketahui, penganiyaan yang dilakukan oleh terduga pelaku S terhadap anak perempuannya (9), Sabtu (21/10) akhir pekan kemarin. Penganiyaan tersebut dilakukan terduga S di kontrakannya di Lingkungan Kemong Kota Mataram.
Kontributor: Buniamin
Baca Juga: Hari Ini Umat Hindu Gelar Mulang Pekelem di Danau Segara Anak Untuk Minta Hujan
Berita Terkait
-
Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi
-
Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal
-
Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen
-
Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade
-
Dugaan Penganiayaan Nelayan hingga Tewas di Polsek Kajang, 4 Polisi Diadukan ke Mabes
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida