SuaraBali.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali resmi menahan Rektor Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Gde Antara per Senin (9/10/2023) hari ini. Penahanan tersebut terkait dengan dugaan kasus korupsi Dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) Universitas Udayana tahun 2018-2022.
Penahanan Antara itu disambut baik oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana, I Putu Bagus Padmanegara. Setelah Antara ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 13 Maret 2023 lalu, Padmanegara menyebut pihaknya sudah berupaya terus mendesak pengungkapan kasus ini sejelas-jelasnya.
Termasuk salah satunya adalah dengan pembentangan spanduk saat perayaan Dies Natalis Universitas Udayana beberapa waktu yang lalu. Setelah Antara ditahan hari ini, Padmanegara merasa senang atas progres yang ada pada kasus ini.
“Di awal pun kami sempat mempertanyakan lama sekali prosesnya. Sampai akhirnya ketika Dies Natalis kemarin kami melakukan aksi besar dengan salah satu poin tuntutan kejelasan kasus ini,” ujarnya pada Senin (9/10/2023).
“Tentu, kami senang karena ini menjadi satu lompatan besar dalam kejelasan kasus ini,” imbuh dia.
Padmanegara menyebut pihaknya masih akan terus mengawal kasus ini sampai diusut tuntas. Termasuk juga dengan mengupayakan untuk mengubah sistem Sumbangan Pengembangan Institusi bagi mahasiswa jalur mandiri di Universitas Udayana.
Selain itu, Padmanegara juga mengkhawatirkan dampak yang dihasilkan akibat penahanan Antara. Padmanegara khawatir jika proses akademik kampus akan terganggu karena rektor yang kini sedang ditahan.
Dia meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar merespons cepat terkait kabar penahanan ini. Padmanegara meminta agar posisi rektor digantikan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Udayana agar proses akademik di kampus tetap kondusif.
“Namun di sisi lain kami sangat khawatir terkait berjalannya akademik di kampus. Masak kami harus ke LP (Lembaga Pemasyarakatan) meminta tanda tangan rektor,” ujar dia.
Baca Juga: Breaking News, Rektor Universitas Udayana Ditahan di Lapas Kerobokan
“Harusnya Kemendikbud segera merespons dengan memberhentikan sekaligus menunjuk Plt. Rektor agar pembelajaran kami di kampus tidak berantakan,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rektor Universitas Udayana bersama ketiga tersangka lain dalam kasus ini ditahan selama 20 hari di Lapas Kelas II A Kerobokan. Kejati Bali menyampaikan alasan penahanan mereka agar memudahkan proses penyidikan jika diperlukan keterangan dari tersangka.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Skor SPI Pendidikan 2026 Naik, KPK Ingatkan Masih Ada Daerah yang Perlu Berbenah
-
Draf RUU Reforma Agraria Masih Berpihak pada Swasta! Tanah untuk Rakyat atau Korporasi?
-
Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'
-
SPI Ungkap 216 Kasus Konflik Agraria di 2025, Sumatera Jadi Wilayah Paling 'Panas'
-
Sosok Ibu Timothy Anugerah, Besar Hati Maafkan Pembully Anaknya Ternyata Seorang Pengajar
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang