1. Ngiring prewatek dewata, artinya upacara Melasti hendaknya didahului dengan memuja Tuhan dengan segala manifestasinya dalam perjalanan melasti. Tujuannya adalah untuk dapat mengikuti tuntunan para dewa sebagai manifestasi Tuhan.
2. Anganyutaken laraning jagat, artinya menghanyutkan penderitaan masyarakat. Maka upacara Melasti bertujuan untuk memotivasi umat secara ritual dan spiritual untuk melenyapkan penyakit-penyakit sosial.
3. Papa kelesa, artinya Melasti bertujuan menuntun umat agar menghilangkan kepapanannya secara individual. Ada lima lesa yang harus dihilangkan agar seseorang jangan menderita, yaitu:
- Awidya: Kegelapan atau mabuk
- Asmita: Egois, mementingkan diri sendiri
- Raga: pengumbaran hawa nafsu
- Dwesa: sifat pemarah dan pendendam,
- Adhiniwesa: rasa takut tanpa sebab, yang paling mengerikan rasa takut mati.
4. Letuhing Bhuwana, artinya alam yang kotor. Maksudnya upacara Melasti bertujuan untuk meningkatkan umat hindu agar mengembalikan kelestarian alam lingkungan atau dengan kata lain menghilangkan sifat-sifat manusia yang merusak alam lingkungan.
5. Ngamet sarining amerta ring telenging segara, artinya mengambil sari-sari kehidupan dari tengah lautan. Ini berarti upacara Melasti mengandung muatan nilai-nilai kehidupan yang sangat universal.
Sebelum melaksanakan upacara Melasti, umat Hindu terlebih dahulu melaksanakan persembahyangan yang dipimpin oleh seorang Romo dan Pinandita.
Romo dan Pinandita ini memimpin doa-doa dan membacakan kitab yang akan didengar oleh seluruh umat Hindu.
Ibadah ini cukup dilaksanakan dalam satu kali gelombang peribadatan. Setelah melaksanakan pembacaan doa-doa, bersama dengan Pinandita lainnya, mereka akan menuju laut untuk melaksanakan ritual upacara Melasti sembari membaca doa-doa.
Setelah sampai di tengah laut, pemimpin ritual akan melarung sesaji berupa hewan ternak (ayam dan bebek), serta bunga yang diletakkan di atas anyaman pandan sembari membacakan doa-doa.
Baca Juga: 5 Makna Ritual Adat di Bali yang Selalu Dilakukan Umat Hindu
Kemudian para Pinandita akan mengambil air laut tersebut yang akan digunakan untuk menyucikan umat Hindu dan Pralingga.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Heboh! Hotel di Bali Mulai Dilego Puluhan hingga Ratusan Miliar, Koster Cek Penyebabnya
-
Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal
-
Indosat Ungkap Pertahanan Scam di Era AI, 224 Juta SMS Penipuan Diblokir Sebelum Masuk ke Pelanggan
-
Menteri Perumahan Apresiasi BRI Dalam Perluasan Pembiayaan Dukung Program 3 Juta Rumah
-
Nurul Adha Terancam Pimpin Lombok Barat Sendirian hingga 2029, Ini Penyebabnya