SuaraBali.id - Tragedi kecelakaan lift di Ayuterra Resort Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali yang menewaskan lima karyawannya diakubatkan oleh putusnya tali kawat sling (wire rope) dari lift tersebut. Namun, saat oleh TKP polisi hanya menemukan satu buah tali sling padahal sebelumnya dilaporkan ada tiga buah tali sling.
Setelah ditelusuri, pemilik Ayuterra Resort mengurangi jumlah tali sling menjadi satu buah saja. Servis itu dilakukan pada Bulan Maret 2023 lalu bersamaan dengan penggantian mesin lift.
Namun, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan menyebut pemilik resor itu tidak melaporkan servis itu. Akibat tidak dilaporkan, kondisi lift itu belum diuji kembali standar keamanannya sehingga bisa saja belum memenuhi standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Normalnya, peralatan bangunan seperti lift memang diperiksa secara berkala setiap satu tahun sekali yang disebut sebagai Riksa Uji.
“Secara umum bahwa setiap peralatan harus memenuhi kaidah teknis K3. Itu memang sudah ada regulasinya tiap tahun harus diperiksa,” ujar Setiawan saat ditemui di kantornya, Kamis (7/9/2023).
Namun, Setiawan juga menjelaskan seharusnya jika ada perbaikan saat bukan periode riksa uji, kondisi peralatan tersebut harusnya dites kembali standar K3-nya. Penggantian tali sling itulah yang tidak dilaporkan oleh pemilik Ayuterra Resort sehingga standar keamanannya dapat dipertanyakan.
“Memang informasi yang kita dapat bahwa ditemukan ada perubahan sistem secara regulasi, merubah dimensi, merubah peruntukan dan sebagainya harus dilaporkan dan dilakukan pemeriksaan ulang,” tutur dia.
Lift inklinator yang ada di Ayuterra Resort terakhir diuji pada Bulan November 2022 yang lalu. Pada saat itu, jumlah tali sling masih berjumlah 3 buah. Secara keseluruhan kondisi lift sudah layak uji.
Namun, Setiawan enggan berkomentar lebih lanjut mengenai detail kondisi lift saat riksa uji yang lalu. Pasalnya, dia menyebut Disnaker hanya berwenang untuk urusan administrasi dan pemberian surat rekomendasi.
Baca Juga: Kerajinan Khas Bali yang Bisa Jadi Buah Tangan dari Pulau Dewata
Dia mengaku tidak memiliki ahli teknis khusus di bidang penanganan lift. Maka darinya, riksa uji lift di Ayuterra Resort dilakukan oleh Perusahaan Jasa Keamanan dan Keselamatan (PJK3).
“Secara teknis itu bagian dari tugas (Disnaker) Provinsi dan itu sudah dilakukan secara periodik. Hanya teman-teman pengawas kan tidak menguji, hanya melakukan pemantauan. Yang melakukan pengujian adalah PJK3,” ujar dia.
“Karena kami tidak memiliki ahli jadinya kita menggunakan ahli K3 dari swasta,” pungkas Setiawan.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Destinasi Healing Baru di Ubud: Resort Payangan dengan View Hutan dan Konsep Longevity
-
Antara Aturan Adat Bali dan Suara Kenanga yang Menulis Takdirnya Sendiri
-
Rombongan Turis India Diduga Ambil Barang Hotel di Ubud, Aksi Terbongkar Saat Check-out
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Persib Kebobolan 4 Gol dalam 2 Laga, Ini Kata Bojan Hodak
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026