SuaraBali.id - Hari Senin (04/09/2023) adalah hari terakhir masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster dan Tjokorda Oka Sukawati. Pada hari terakhir jabatannya ini, Koster dan Cok Ace hadir dalam Rapat Paripurna ke-41 DPRD Provinsi Bali sekaligus berpisah dengan anggota dewan.
Di sela-sela kegiatan itu, Koster menyebut sudah bersiap-siap untuk meninggalkan Rumah Jabatannya. Terlebih, dia mengaku sudah mengemas barang-barangnya untuk kembali tinggal di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.
“Kemarin sudah ngepak barang saya, baju, celana. (Setelah ini saya) ke kampung, di Desa Sembiran,” ujarnya saat ditemui di hari yang sama.
Setelah masa jabatannya berakhir, rencana pertama yang akan dilakukan Koster adalah beristirahat sejenak. Dia mengaku selama 5 tahun menjabat sebagai Gubernur Bali, dirinya kekurangan jam tidur.
Namun, Koster juga masih menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Bali. Setelah istirahan sejenak, dirinya bersiap untuk melanjutkan tugasnya sebagai ketua partai menjelang Pemilu dan Pemilihan Presiden pada Bulan Februari 2024 nanti.
Sebelumnya, Koster juga sudah sering mengutarakan keinginannya untuk membawa kemenangan 90 persen untuk Bakal Capres PDIP Ganjar Pranowo di Bali.
“Nomor satu, saya mau istirahat total dulu. Karena 5 tahun saya defisit tidur, kurang tidur saya,” ujar dia.
“Kemudian masih sebagai ketua partai, jadi ngurus pemilu legislatif dan Pilpres 2024, Februari sudah harus tancap gas,” imbuh dia.
Tugasnya sebagai Gubernur akan diganti oleh penjabat sementara (Pj) Irjen Sang Made Mahendra Jaya yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan Hukum.
Baca Juga: Koster Sebut Bupati di Bali Hanya Jadi Penikmat PHR Tapi Tak Bisa Menggunakannya
Koster berharap agar penggantinya mampu menjalankan sisa program pada tahun 2023 ini dan rencana program tahun 2024 sesuai rencana. Termasuk juga melanjutkan kebijakannya untuk menggalakkan penggunaan produk lokal.
“Tentu apa yang sudah diputuskan program 2023 sampai Desember dan program tahun 2024 yang dituangkan dalam KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara) dan APBD tahun 2023 perubahan dan 2024 induk Itu supaya dilaksanakan termasuk kebijakan seperti penggunaan produk lokal semakin didorong,” pungkasnya.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Bukti Nyata Dukung Olahraga Nasional
-
Kakak Adik Asal Bangli Jadi Korban KMP Virgo Transport 8
-
Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo
-
Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok