SuaraBali.id - Kopi Kintamani Bali terkenal akan cita rasa yang khas. Tak hanya itu, aromanya yang segar juga membuat orang banyak yang menyukainya.
Kopi ini ditanam di dataran tinggi Kintamani dengan ketinggian di atas 900 mdpl. Dataran tinggi tersebut tepatnya berada di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
Kawasan Kintamani berada di lereng Gunung Berapi Batur dengan jenis tanah entisel dan inceptisol (regusol).
Kawasan ini memiliki udara yang dingin dengan curah hujan yang tinggi selama 6 hingga 7 bulan.
Baca Juga: Rahasia di Balik, Rasa Enak Dan Aroma Segar Kopi Kintamani
Petani kopi di Kintamani menerapkan proses penanaman pohon kopi menggunakan pupuk organik dan juga subak.
Subak merupakan sistem pengairan secara turun temurun yang dilakukan di Bali untuk mengairi sawah atau perkebunan.
Proses pengairan menggunakan sistem subak ini terbukti mampu memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produksi.
Hal tersebut tidak terlepas dari kesepakatan para petani untuk tidak menggunakan bahan kimia berupa pupuk atau pestisida yang berbahan kimia.
Tak hanya itu, para petani kopi Kintamani juga memiliki kesepakatan atau aturan bahwa petani kopi dilarang memanen kopi yang tidak berwarna merah. Karena kopi yang berwarna merah merupakan kualitas kopi yang bagus.
Baca Juga: Lift yang Tewaskan 5 Karyawan Resort di Ubud Ada Sejak 2016, Dibangun di Tebing Curam
Apabila terdapat anggota petani kopi Kintamani yang melanggarnya akan mendapat sanksi adat.
Berita Terkait
-
Apes, Dipakai Mudik Mobil Daihatsu Xenia Malah Rusak Kena Ledakan Balon Udara
-
Bali United Rebutan Dapat Jordi Amat dengan Raksasa Liga 1 Indonesia?
-
7 Potret Anita Hara Menikah dengan Jeson Siregar di Nusa Dua Bali
-
Bandara Ngurah Rai Tutup Total saat Nyepi 2025: Catat Jadwalnya!
-
Nyepi Tanpa Ogoh-Ogoh? Ini Tradisi Unik yang Wajib Diketahui
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Meninggal di AS Saat Nyepi, Mahasiswi Asal Buleleng Ini Sempat Pesan ke Ayah Ibu Agar Tenang
-
Dianggap Rezeki, Nelayan Kuta Panen Ikan Layur, Sekali Melaut Puluhan Kilogram
-
Obat Rindu di Balik Jeruji: Lapas Lombok Barat Sediakan Video Call Gratis untuk Warga Binaan
-
Setelah Lebaran Harga Ayam dan Cabai di Bali Mulai Alami Penurunan
-
Pemudik dari Bali Jadi Korban Ledakan Petasan Balon Udara yang Diterbangkan Anak-anak