SuaraBali.id - Penjualan barang elektronik di Denpasar laris manis terutama AC, kulkas dan mesin cuci.
Ketiga barang tersebut permintaannya meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Hal ini dikemukakan oleh Head of Marketing dan Communication Departemen Aqua Elektronik Indonesia, Glenn Manengkei.
Ia mengatakan kondisi ini disebabkan karena selain produk elektronik ditawarkan berkualitas, kondisi ekonomi masyarakat berangsur-angsur membaik sebagai faktor daya beli menjadi meningkat.
"Produk kami hampir semua kategori diminati di pasaran mulai kulkas, mesin cuci, AC dan TV, tetapi permintaan paling tinggi terlihat pada produk AC, kulkas dan mesin cuci tinggi di kota Denpasar dan sekitarnya," jelasnya, Kamis (24/08/2023) sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com.
Peningkatan permintaan ini membuat pihaknya yakin akan ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
"Brand kami (aqua elektronik) mengalami peningkatan dari tahun lalu dengan persentase belum dapat kami sebutkan," ujarnya.
Adapun pengembangan unit pemasaran kemungkinan akan dikembangkan ke beberapa daerah di Bali.
"Kita saat ini masih di Kota Denpasar. Nanti akan mengembangkan ke wilayah utara dan selatan Bali ini," pungkasnya.
Baca Juga: Sejarah Tari Kecak Bali yang Kini Jadi Banyak Disukai Wisatawan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026