SuaraBali.id - Belakangan marak ditemukan Warga Negara Asing (WNA) yang tingkah lakunya melanggar aturan di Bali.
Tidak sedikit juga menjadi kasus yang viral di media sosial termasuk dengan kemunculan akun media sosial yang memunculkan turis asing yang melanggar tersebut.
Namun, viralnya hal tersebut ditanggapi negatif oleh Kepala Divisi Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali, Barron Ichsan.
Menurut Barron, apabila kasus kenakalan turis viral dan sampai ke telinga media internasional maka akan membahayakan angka pariwisata Bali.
“Itu bisa diprediksi apabila ini sampai ditulis oleh media internasional bahwa akan tercap bahwa Bali ini tidak aman dan itu akan menurunkan angka pariwisata di Bali. Tidak ada orang yang mau berwisata di tempat yang tidak aman,” ujar Barron saat ditemui di Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai, Badung, pada Kamis (16/3/2023).
Barron menganjurkan kepada masyarakat agar lebih baik langsung melaporkan kasus serupa ke kantor imigrasi atau laman terkait.
Barron juga menerangkan jika turunnya angka pariwisata di Bali mampu memberikan imbas kepada masyarakat lokal. Pasalnya, masih banyak masyarakat lokal Bali yang menggantungkan hidupnya dari pariwisata.
“Kita juga harus berpikir luas bahwa di sini banyak masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya pada turis. Kalau sampai viral kemudian tingkat pariwisata di Bali ini turun, yang jadi korban masyarakat lokal,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai, Sugito menerangkan jika memang ada penurunan angka masuknya turis asing ke Bali dari Januari ke Februari 2023. Namun, dia tidak memastikan jika penurunan itu adalah imbas dari maraknya kasus turis asing di Bali.
Baca Juga: Soal Larangan Turis Berkendara Sepeda Motor Sudah Ada di Pergub Bali Tahun 2020 Silam
“Data kedatangan orang asing Januari 334 ribu, Februari 320 ribu. Januari ke februari itu terjadi penurunan, kalau Januari imbas dari Desember biasanya,” tuturnya.
Hingga pertengahan Maret ini, imigrasi sudah menjndak 63 turis asing yang melakukan pelanggaran keimigrasian di Bali.
45 orang diantaranya mendapat hukuman deportasi dari Indonesia. Dari jumlah tersebut, wisatawan asing dari Rusia disebut sebagai pelanggar terbanyak sejauh ini.
Jika dibandingkan dengan tahun 2022, imigrasi melakukan penanganan 194 kasus pelanggaran keimigrasian di Bali.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Berapa Skor IQ Reza Arap Sebenarnya? Viral Hasil Tes Kecerdasan Marapthon, Bravy Tertinggi
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Reaksi Kocak Para Suami saat Istri Minta Dibelikan Gamis Lebaran Seharga Rp11 Juta
-
Sudah Punya Direksi Asing, Tapi Garuda Indonesia Malah Turun Kasta Jadi Bintang 4
-
Mahalnya Biaya Orang Meninggal di Tangerang dan Bogor, Uang Salat Jenazah Capai Rp7,5 juta!
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
4 Kontak Penting Posko THR Gianyar Siap Terima Laporan Pekerja
-
Vila di Tengah Sawah Gianyar Jadi Laboratorium Narkoba Mephedrone Bule Rusia
-
Hery Gunardi Paparkan Strategi Perbankan Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
-
Langkah Cerdas Keluarga Muda: Hindari Drama Mertua dengan Rumah Impian via BRI KPR
-
Iseng Buka Aplikasi Setelah Bayar Tagihan, Keluarga di Bali Malah Dapat Mobil BYD M6