SuaraBali.id - Seorang wanita berinisial AIM (35) ditangkap karena menjadi pengedar narkoba jenis sabu seberat 18,33 gram. Dia ditangkap di kawasan Jalan Sri Rama, Legian, Kuta, Bali pada Kamis (16/2/2023) lalu dan tertangkap tengah membawa dua paket sabu.
Setelah dilakukan penggeledahan lebih lanjut, polisi mengamankan 19 paket sabu dalam klip dari kamar kosnya dan dashboard sepeda motornya.
“Kemudian kita geledah, didapatkan barang bukti yang lebih banyak yaitu di Jalan Pulau Adi Denpasar Barat. Jumlah total itu didapat 21 klip sabu seberat hampir 19 gram,” ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas saat konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Senin (27/2/2023).
Menurut pengakuannya, wanita yang juga merupakan pengguna sabu ini mengedarkan barang haram tersebut demi mendapat uang lebih untuk anaknya yang sedang sakit. Namun demikian, tidak dijelaskan penyakit yang diderita anaknya.
“Saya juga makai (sabu), saya juga jualan. (Menjadi pengedar sabu karena) anak saya sakit butuh biaya operasi,” ujarnya di depan awak media.
Wanita yang sehari-harinya bekerja juga sebagai ojek online ini mengaku sudah menjadi kurir sabu selama satu bulan.
Selama itu, dia sudah empat kali melakukan transaksi dan dijanjikan mendapatkan Rp50 ribu untuk setiap transaksinya.
Polisi juga masih mendalami jaringan tempat AIM mendapatkan barang haram tersebut.
Atas perbuatannya, kini AIM akan dikenai pasal 112 ayat 2 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dia terancam dikurung di sel paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 8 Milyar.
Baca Juga: Angin Kencang Dan Gelombang Laut Tinggi di Bali, Warga Diminta Hati-hati
Kasus AIM merupakan salah satu dari 25 kasus narkoba dengan 32 tersangka yang ditangani Polresta Denpasar selama Bulan Februari 2023 ini.
Dari kasus tersebut juga telah diamankan barang bukti seperti ganja yang mencapai 2 kilogram dan 2000 burit pil koplo.
Dengan jumlah tersebut, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas memang menilai angka tersebut tergolong tinggi.
“Kalau kita melihat kasusnya memang masih ada. Jadi tetap dari bulan ke bulan tetap seperti itu. Memang jumlah peningkatan yang kita tangkap banyak,” imbuhnya.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Militer AS Frustrasi Lawan Iran, Donald Trump Malah Bahas Narkoba di Gedung Putih
-
Antara Aturan Adat Bali dan Suara Kenanga yang Menulis Takdirnya Sendiri
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Persib Kebobolan 4 Gol dalam 2 Laga, Ini Kata Bojan Hodak
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026