SuaraBali.id - Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal, Desa Jurumapin, Kecamatan Buer, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nurul Hidayati putus komunikasi dengan keluarga selama belasan tahun.
Hal ini disebabkan handphone dan beberapa data diri Nurul Hidayati yang dimiliki keluarga terbawa air bah saat musibah banjir melanda.
Setelah belasan tahun beruntung pihak keluarga menemukan secarik kertas berisi perjanjian kerja dan tertera nomor telepon majikan.
Kakak ipar Nurul Hidayati, Muhammad Fikdal mengakui jika keluarganya merantau sekitar 15 tahun lamanya.
Namun kelurga sempat putus komunikasi selama belasan tahun. Baru baru ini, sekitar tahun 2022 dapat berkomunikasi dan meminta untuk pulang.
Keluarga pertama kali menemukan nomor telepon majikannya yang tertera dalam surat perjanjian kerja. Setelah mendapatakan nomor tersebut langsung menelpon majikan Nurul Hidayati.
"Dulu sempat banjir bandang, HP hanyut dan semua data diri termasuk Nurul Hidayati, untung ada koper dan setelah dicari-cari ada surat perjanjian kerjasama nah di sana ada nomor majikan,” aku Muhammad saat dihubungi Suara.com, Selasa (7/2/2023).
Meskipun keluarga sudah berkomunikasi, akhir-akhir ini keluarga khawatir sebab Nurul Hidayati dikabarkan kabur dari majikannya dan berada di KBRI, Riyadh, Arab Saudi.
Bukan tanpa alasan, keluarga mengakui Nurul Hidayati kabur dari majikan karena mendapatkan perlakuan tidak baik dan gaji juga tidak dibayar.
Baca Juga: Muncul Spanduk Diduga Penolakan Kedatangan Anies Baswedan di Lombok
"Dia menghubungi kami, katanya kabur dari majikan dan sudah lima bulan di sana,” tambahnya.
Saat ini, keluarga tengah berupaya memulangkan Nurul Hidayati. Pihaknya pun sudah menghubungi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) NTB guna mendapatkan bantuan dan berharap keluarga dapat dipulangkan.
"Kami sudah hubungi SBMI NTB", akunya.
Dirinya mengakui, jika keluarga menanti kepulangan Nurul. Banyak peruntungan sudah dicoba, mulai dari biaya mandiri sekitar Rp 10 juta rupiah.
Namun belum mendapatkan kejelasan hingga saat ini. Malah keluarga menelan kecewa, Rp 2,5 juta rupiah dipotong dengan dalih untuk biaya transportasi.
Keluarga Nurul pun kini meminta bantuan SBMI NTB.
Berita Terkait
-
Minyak Mentah Meroket, Apakah Harga BBM Domestik Bakal Ikut Naik?
-
Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali
-
Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman
-
Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade
-
Menteri Mukhtarudin Dorong Penempatan Pekerja Migran Terampil Manfaatkan Bonus Demografi
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali
-
Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun
-
Longsor Terjang Eco Park Pelaga Bali, Dua Orang Dilaporkan Tertimbun
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah