SuaraBali.id - Viral video Munas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVII 2022 di Solo diisi dengan adu jotos antar peserta di Hotel Alila Solo pada Senin (21/11/2022) jadi perbincangan
Video viral ini pun dikomentari pula oleh pengusaha perempuan asal Bali, Ni Luh Djelantik. Mantan politisi Nasdem yang dikenal sebagai pengusaha sepatu itu menyarankan pecat semua.
"Saranku, pecat semua anggota yang terlibat adu jotos, atau kalau ngeyel bikin saja divisi sendiri, divisi BAKU HANTAM. Begitu mau kalian ???," tulis Luh Djelantik.
Ni Luh Djelantik mengkritisi organisasi yang awalnya didirikan dengan tujuan mulia ini dan menyebut video viral itu memalukan.
"Sungguh sebuah tontonan memalukan. Apa sebenarnya tujuan mereka yang sampe pake besi mukulin temannya ini bergabung di organisasi yang tentukan didirikan dengan tujuan mulia ????Kalau acara munas kayak gini, gimana kalian akan jalankan usaha kalian dengan prinsip dan integritas ? Syarat utama jadi pengusaha panutan," ujarnya.
Selain itu Ni Luh Djelantik jadi pesimis terhadap para pengusaha yang bermental preman dengan memilih cara adu jotos seperti ini bisa go internasional.
"Kapan bisa go international kalau begini caranya ??? Sini keliling desa sama Mbok Niluh. Organisasi itu kalian jalankan bukan hanya untuk belajar tapi sekaligus jadi berkat, mengangkat harkat derajat anggota lainnya dan juga rakyat," ungkapnya.
Seperti diketahui, momen adu jotos Munas Hipmi itu beredar luas di berbagai platform pesan singkat dan media sosial. Dalam video viral, terlihat dua peserta terlibat kericugan hingga saling adu jotos.
Kronologi Ricuh Munas HIPMI
Baca Juga: Musim Hujan di Bali, Wilayah Canggu Dan Ubud Banyak Minati Mesin Pemanas Air
Kericuhan Munas Hipmi itu terekam dalam video yang beredar luas di berbagai platform pesan singkat.
Dalam video durasi 55 detik itu, tampak dua peserta terlibat kericuhan sampai saling adu jotos. Sejumlah peserta lainnya bahkan mengambil benda di sekitar mereka kemudian dilemparkan ke peserta lain.
Selain di area tempat makan, ada juga keributan hingga ke panggung utama dalam sebuah ballroom.
"Turun semunya, turun!" teriak seseroang dalam video viral. Peserta lainnya tampak berusaha melerai pertikaian itu. Kemudian beberapa saat terlihat pihak keamanan datang untuk melerai keributan
Sejumlah orang yang memakai batik HIPMI nampak adu mulut sampai adu jotos pun tak terhindarkan.
Adu jotos diduga terjadi karena terlalu banyaknya interupsi di ruang sidang yang akhirnya membuahkan skorsing selama 2 x 15 menit. Setelah skorsing berakhir, sidang kembali dilanjutkan.
Berita Terkait
-
Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI
-
Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu
-
Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock
-
Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar
-
Viral Video! Kelakuan Anggota Dewan, Berawal Saling Hina Lalu Baku Pukul saat Sidang
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern