SuaraBali.id - Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) tinggal menghitung hari. Persiapan disebut sudah mencapai 100 persen untuk menghelat event akbar antarnegara tersebut.
Namun, hal berlawanan justru dirasakan oleh penjual oleh-oleh di sekitar area ITDC Nusa Dua.
Salah satu penjual suvenir, Nyoman Eka Murniati (53) merasa penjualannya sudah menurun sejak 5 hari terakhir. Eka menyebut hal itu disebabkan oleh hotel-hotel yang sudah diblok untuk delegasi G20 sehingga wisatawan di area Nusa Dua menurun.
“Minggu-minggu yg lalu ya lumayan. tapi sekarang kan delegasi semua di sini itu. Tamu itu kan gak ada,” ujar Eka saat ditemui pada Jumat (11/11/2022).
Toko aksesoris milik Eka yang berlokasi di Jalan Pantai Mengiat, Desa Peminge, Benoa itu bertempat tepat sebelum pintu keluar kawasan ITDC Nusa Dua dan jalur ke Pantai Mengiat.
Menurut penuturannya, masih ada sejumlah turis yang bertujuan ke Pantai Mengiat meskipun tidak menginap di kawasan Nusa Dua.
Ia menyebut wisatawan yang kini sementara tidak bisa menginap di hotel kawasan Nusa Dua sebagai penyebab minimnya pembeli.
“Ini dah sudah 5 hari sepi, karena hotelnya ini sudah tutup untuk tamu luar. Kalau di sini kan belum ada tamu, delegasi saja ini. Tamu lain belum ada, mungkin di kuta dia tinggal,” ujarnya.
Akibat minimnya pembeli, Eka menyebut pendapatannya kini menurun hanya menjadi sekitar Rp300 ribu setiap harinya, dibanding ketika saat sebelum persiapan KTT G20 yang omzetnya bisa mencapai Rp1 juta per hari.
Baca Juga: 18 Ribu Pasukan Gabungan Dikerahkan ke Bali Kawal KTT G20, Ini Daftarnya
“Sebelum pandemi yg ramai bisa sampai 2 juta atau 3 juta. Kalau bulan lalu bisa 1 juta ada, kalau sekarang tergantung, kayak tadi dapat Rp 300 ribu,” tutur Eka.
Meski begitu, Eka yang sudah berjualan suvenir selama 30 tahun itu tetap diizinkan untuk berjualan selama gelaran KTT G20 nanti. Ia tetap berharap agar pasca KTT G20 wisatawan bisa kembali meramaikan Nusa Dua.
“Harapannya tentunya sukses, biar (wisatawan) datang ke Bali,” pungkasnya.
Perhelatan KTT G20 akan digelar pada 15-16 Nopember nanti. Kawasan Nusa Dua menjadi salah satu area yang cukup ketat dilakukan pembatasan, pasalnya delegasi G20 yang akan bermalam di kawasan ITDC Nusa Dua serta pertemuan kepala negara yang digelar di Hotel Apurva Kempinski Nusa Dua.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Siapa Keanu Sanjaya? Pahlawan Timnas Indonesia U-17 yang Pernah Cicipi Latihan di Klub Spanyol
-
Hasil BRI Super League: Taklukkan Bali United, MU Menjauh dari Zona Merah
-
Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ekosistem Holding UMi Dorong Literasi Keuangan dan Transformasi Pelaku Usaha Mikro
-
Mengapa Banyak Jemaah Haji Asal NTB Kehilangan Nafsu Makan? Ternyata Ini Penyebabnya
-
Populasi Lansia di Bali Melonjak, Penduduk Usia Produktif Berkurang
-
50 Bikkhu Akan Berjalan dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak
-
Gerebek Penginapan di Kuta, 26 WNA Diduga Terlibat Jaringan Penipuan Online dan Penyekapan