SuaraBali.id - Sebanyak 64 gelandangan dan pengemis (gepeng) di Badung sudah diserahkan ke Dinas Sosial demi menjaga ketertiban di jalanan selama G20 di Bali. Gepeng ini juga dikembalikan ke daerah asalnya.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Badung, Provinsi Bali I Wayan Suwadi mengatakan bahwa gelandangan ini paling banyak ditemui di daerah Kuta.
"Kalau gepeng sekitar 64 orang sepanjang penertiban KTT G20. Itu semua sudah dikembalikan ke daerah asalnya, setelah ditertibkan dan diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Badung, ini paling banyak di kawasan Kuta," katanya, Rabu (3/11/2022).
Nantinya ketika gepeng yang telah dibina oleh Dinas Sosial dikembalikan ke asalnya, maka mereka tak diizinkan lagi ke Kabupaten Badung untuk menjadi gelandangan dan pengemis. Hal serupa juga diterapkan di Kota Denpasar.
Kepala Satpol PP Denpasar Anak Agung Ngurah Bawa Nendra mengatakan jika dihitung sejak Januari 2022 maka gepeng yang sudah ditindak jumlahnya mencapai 136 gepeng .
"Kalau daerah Denpasar itu kan di semua persimpangan Kota Denpasar, itu pekerjaan rutin Satpol PP artinya tidak fokus karena G20. Sekarang (selama G20) tenaga kita juga lebih banyak fokusnya di Jalan Bypass Ngurah Rai dan Jalan Bypass IB Mantra," katanya.
Selama ini, kata dia, gepeng yang dijumpai di ruas-ruas jalan tak seluruhnya berasal dari Kota Denpasar, bahkan sebagian besar berasal dari Kabupaten Karangasem, sehingga menurutnya pembinaan di Dinas Sosial menjadi penting.
"Ini sudah beberapa kali kita ambil, satu orang itu bisa dua atau tiga kali, tapi permasalahannya itu menyelesaikan adanya gepeng. Dinas Sosial ini harusnya berkomunikasi dengan pemerintahan Kabupaten Karangasem, sehingga gepeng tidak lagi turun ke jalan," kata dia.
Upaya menjaga agar jalanan steril dari adanya gelandangan dan pengemis selama kehadiran delegasi G20 yang dijadwalkan tiba sejak 12 November 2022 itu disampaikan juga oleh Kepala Satpol PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi.
Baca Juga: Kecewa Tak Bisa Naik Bus Trans Metro Dewata Karena Tapping Card Gagal
"Kita tertibkan gepeng dan pengamen jangan sampai Bali citranya itu banyak masyarakat miskin, ya jadi ada petugas-petugas lain yang cover, seperti itu kita tertibkan," kata Kasatpol PP Provinsi Bali saat Rapat Koordinasi jelang G20 di Denpasar.
Ia menugaskan anggotanya untuk menyisir ruas-ruas jalan untuk memastikan tak ada gelandangan dan pengemis apalagi sampai dilihat oleh delegasi yang akan hadir dalam pertemuan nanti, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menata kebersihan jalanan di Bali. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara
-
Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!
-
Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality
-
Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?
-
Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Dari Pekerja Migran Jadi Pengusaha, Rosyidah Kembangkan UMKM Olahan Hasil Laut Bersama BRI
-
Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara
-
Kuasa Hukum Sebut Kasus Santri Terbakar Tak Ada Unsur Kesengajaan
-
Respons Lonjakan Trafik Data, Indosat Targetkan 1.100 Titik 5G di Bali-Nusra pada Akhir 2026
-
Menembus Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan