SuaraBali.id - Supaya kesan yang baik dapat tercipta di lokasi tuan rumah KTT G20 di Bali, Imigrasi KemenkumHAM meminta jangan sampai ada penumpukan antrean terutama menjelang KTT G20 di Bali, 15–16 November 2022 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Permintaan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham RI Widodo Ekatjahjana.
Ia kepada jajarannya di Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai, Kuta, Badung, Bali, menyampaikan petugas Imigrasi merupakan gerbang terdepan pelayanan sehingga mereka ikut menentukan citra Indonesia di mata para delegasi asing yang tiba di Bali.
“Bulan depan pada November ada perhelatan akbar, yaitu KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) G20. Imigrasi menjadi gerbang terdepan dalam pelayanan dan kami memastikan Imigrasi telah siap,” kata Widodo selepas menginspeksi mendadak loket Imigrasi di Bandara Ngurah Rai, Rabu (27/10/2022).
Menurutnya kini kunjungan tamu asing ke Bali mulai meningkat pesat apabila dibandingkan dengan dua tahun lalu pada awal masa pandemi COVID-19.
“Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, sehari kedatangan orang asing mencapai 4.000-an. Angka ini sudah meningkat dari hari-hari sebelumnya,” kata Widodo.
Dia meminta jajarannya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mempertahankan performa dan menjaga kondisi agar tetap prima saat menyambut para delegasi asing.
Pasalnya, sebanyak 12.000 lebih delegasi asing dijadwalkan ke Bali menghadiri KTT G20 yang sebagian besar acaranya terpusat di Nusa Dua, Badung, pada 15–16 November 2022.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Anggiat Napitupulu menyampaikan Imigrasi telah menyiapkan empat jalur pemeriksaan dokumen perjalanan para delegasi.
Baca Juga: Luhut Binsar Sebut Bali Sudah Siap Sambut Para Pemimpin Negara di KTT G20
Jalur pertama berlokasi di Terminal VVIP yang diperuntukkan untuk kepala negara dan kepala pemerintahan, sementara jalur kedua di Terminal VIP yang diperuntukkan untuk delegasi setingkat menteri, direktur jenderal, dan pejabat sekelas eselon I
Kemudian, jalur ketiga berlokasi di Terminal GAT, dan keempat di Terminal Kedatangan Internasional untuk delegasi lainnya.
Di Terminal Kedatangan Internasional, Imigrasi telah menyiapkan tiga loket khusus untuk para delegasi KTT G20. Per loket diisi empat petugas sehingga total ada 12 petugas yang mampu melayani 720 delegasi per jam.
“Kami sudah melakukan mapping (pemetaan) dan plotting (penempatan) pegawai yang akan bertugas, termasuk menyiapkan mobile unit (alat pemeriksaan dokumen bergerak) yang digunakan untuk pemeriksaan keimigrasian mengingat kesibukan atau kepadatan pesawat yang akan datang saat itu,” kata Anggiat. (ANTARA)
Berita Terkait
-
3 Rekomendasi Hotel Bintang 5 di Bali dengan Fasilitas Lengkap
-
Imigrasi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, 27 WNA Diamankan
-
Nge-Jokes 1+1=2 yang Viral, Akun Bali United Kena Sentil: Gak Ada Kerjaan Ya?
-
Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026
-
Jejak Berdarah Pembunuh Sadis Rumania Berakhir di Bali, Diciduk Tim Gabungan di Kerobokan
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Jadi Idola Gen Z, Ini Kelebihan Macbook Dibanding Laptop Lain
-
Tradisi Unik Jelang Ramadan di Tengah Umat Hindu Bali
-
Ingin Tetap Langsing Saat Puasa? Ini Tips Diet di Bulan Ramadan
-
Kepala Kantor BPN Bali Lawan Penetapan Tersangka Lewat Praperadilan
-
Status Gunung Ile Lewotolok Naik Jadi Siaga, Ribuan Gempa Tercatat