Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 11:45 WIB
Ilustrasi Apotek : Suasana Apotek Adhi Guna Farma saat salah satu orang tua membelikan anaknya obat sesuai resep dokter di Denpasar, Kamis (12/10/2022). [ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari]

"Sebenarnya dari Kemenkes masih rancu mana yang belum boleh dijual, tapi kalau cari aman juga kepentingan bersama kita terpaksa setop, baik itu obat maupun vitamin karena belum jelas mana yang menyebabkan gagal ginjal akut pada anak," ujarnya kepada media.

Ratih mengaku pihak apotek juga turut memberi penjelasan kepada orang tua, khususnya mengenai kondisi gagal ginjal akut misterius yang sedang ramai.

"Kalau masyarakat kita jelaskan mereka masih bisa terima karena itu untuk kebaikan bersama. Memang masih ada beberapa mereka yang bilang anaknya tidak bisa minum racikan, tapi kita bantu jelaskan aja. Dan memang sekarang mau beli sirop pun dari pengawasan dokter anak," kata Ratih.

Sejak kemarin juga pihak apotek mendapati resep-resep pasien anak yang sudah berbentuk racikan atau obat puyer, tak lagi obat sirup.

Baca Juga: Gubernur Koster Pastikan Bencana Alam di Bali Tak Akan Ganggu Acara G20

Dalam catatan dokter telah dituliskan untuk menebus obat puyer dari gabungan obat batuk, pilek, radang, misalnya.  

Dengan situasi yang sedang terjadi, apoteker penanggungjawab itu berharap agar penyebab gagal ginjal akut pada anak segera terungkap, sehingga apotek dapat kembali menjual obat sirop persediaannya.

"Supaya tetap jalan dan tidak da pihak yang dirugikan. Kalau sekarang saya rasa banyak produsen obat terutama paracetamol merasa dirugikan, karena kan memang timpang semua sediaan sirop," ujarnya. (ANTARA)

Load More