SuaraBali.id - Seorang sopir bernama Devi Marten Lette (29), warga Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT mengalami luka robek pada perutnya setelah ditikam pada Minggu (9/10/2022) subuh.
Sebagaimana dilansir Digtara.com - jaringan suara.com, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai itu awalnya melakukan pesta dengan rekannya, Maresa Ndun (22), mahasiswi yang juga warga Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
Sosok pelaku penikaman adalah Yulius Lopo (39), warga Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Sekitar pukul 01.00 wita korban dan Maresa Ndun menghadiri acara pesta pernikahan di rumah Martinus Nufa dan hendak pamit pada 05.00 wita.
Pada saat korban dan Maresa sampai di parkiran untuk mengambil sepeda motor, korban kaget ditikam pelaku dengan pisau. Korban langsung memberitahukan kepada Maresa Ndun kalau ia ditikam.
Beruntung saat itu ada saksi yang melihat aksi pelaku yaitu Absalom Liutani, warga Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
Absalom langsung melempar pelaku menggunakan batu dan mengenai pada lutut pelaku. Pelaku pun langsung melarikan diri karena takut diserang warga.
Maresa dan Esron Nenometan kemudian langsung membawa korban ke RSUD Prof Dr. W.Z Yohanis Kupang untuk mendapatkan penanganan medis dan dirawat intensif.
Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH yang dikonfirmasi Senin (10/10/2022) membenarkan kejadian ini.
Kapolres mengakui kalau Maresa sudah mendatangi Polsek Kupang Barat untuk melaporkannya kejadian ini agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
Laporan kasus penganiayaan ini sesuai laporan polisi nomor LP/B/69/X/2022/Sek Kubar.
“Terlapor telah menyerahkan diri di Mapolres Kupang dan telah diamankan serta diperiksa penyidik,” tandas Kapolres Kupang.
Korban yang mengalami luka robek pada perut bagian kanan masih dirawat intensif di rumah sakit dan sudah divisum. Polisi sudah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.
Sampai saat ini, polisi masih memeriksa saksi dan pelaku guna mengungkap motif kasus penganiayaan tersebut.
Berita Terkait
-
Cerita Pilu Sopir Truk di Bali Dibakar Bos Gegara Setoran, Tewas Setelah Seminggu Kritis
-
PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk Dukung Nasabah Flores NTT Bangkit dan Kembali Berusaha
-
Detik-Detik Evakuasi Sopir Truk yang Terjepit Usai Kecelakaan di Ciracas Jakarta Timur
-
98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT
-
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu
-
Makin Seru di Pestapora 2026, BRImo Hadirkan Ragam Program Spesial
-
Bayi Dijual Rp35 Juta di Tiktok Terbongkar
-
BRI Prioritas Tambahkan 27.000 GarudaMiles, Perjalanan Nasabah Makin Berkesan
-
Kekerasan Seksual Santriwati di Lombok Tengah, DPR Wanti-wanti Polisi: Jangan Lindungi Pelaku