SuaraBali.id - David Levine (58) yang merupakan bule asal Kanada mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di kolam renang Perum Puri damai Vila Assia Gang Padi, Seminyak Kuta, Bali pada Sabtu 24 September 2022. Ia nekat menenggelamkan diri di kolam renang villa karena menderita sakit Parkinson selama belasan tahun.
Diketahui bahwa penyakit parkinson yang diderita korban David sudah sangat mengkhawatirkan. Penyakit parkinson menyerang sistem saraf yang mengganggu kemampuan tubuh dalam mengontrol gerakan dan keseimbangan.
"Penderitanya mengalami tremor, kaku otot, hingga gangguan koordinasi," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi, pada Minggu 25 September 2021 sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com.
Sebelum meninggal David pun menuliskan surat wasiat. Wasiat itu disimpan di dalam tasnya yang juga berisi obat-obatan.
Diungkapkan Iptu Sukadi, dalam tasnya juga didapati beberapa obat yang dibawa oleh korban untuk penyakitnya.
Wasiat ini ditemukan pada selembar surat yang ditulis tangan oleh David sebagai pesan terakhir.
Sekaligus mengungkap alasannya mengakhiri hidup karena menderita penyakit tersebut.
"Ada ditemukan surat yang di tulis korban," bebernya.
Surat itu berbunyi "I Ian Levine's last will and testiadmid, this is not a suicide, I choose my option of euthanasia (tindakan yang bertujuan menghilangkan penderitaan seseorang dengan mengakhiri hidupnya) because i have parkinson disease, burn my body, mail the ashes and my phone to my son Andreas Levine (Harapan terakhir dan pengakuanku Ian Levine, ini bukan bunuh diri, aku memilih opsi euthanasia karena aku mengidap parkinson, bakar tubuhku, kirimkan abunya dan ponselku ke anak laki-lakiku Andreas Levine).
Baca Juga: Bali Longgarkan Kebijakan PMK, Pasar Hewan Kini Boleh Dibuka Kembali
Kematian David awalnya diketahui oleh temannya Tasha Anita Ripley (44). Saksi berencana mengajak korban check in di Vila tersebut sejak 12 September 2022.
Disebutkan Iptu Sukadi, saat itu ada seorang sopir travel bernama Komang Arief Tri Sanjaya (27) yang datang ke Villa Assia sekitar pukul 11.30 WITA. Tiba di depan kamar saksi sopir itu mengetuk pintu tapi tidak ada respon. Lantaran tidak digubris saksi berniat membersihkan kaca mobil.
Tak lama kemudian, saksi Arief kembali mengetuk pintu villa dan dibukakan oleh Tasha. Sopir bertanya soal kesiapan turis itu untuk melakukan tour dan dijawab siap.
Hanya saja korban David tidak terlihat. Saksi juga sempat menanyakan keberadaan David tapi Tasha menjawab tidak melihat.
Mereka pun kemudian melakukan pencarian dan betapa kagetnya menemukan korban tewas tenggelam di kolam renang sedalam 1,6 meter.
"Para saksi bergegas turun ke kolam untuk membantu," ujarnya.
Berita Terkait
-
Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas
-
Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern