SuaraBali.id - Kisah veteran di masa perjuangan selalu menjadi pembahasan menarik seputar sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia. Seperti halnya veteran di Bali, Mangku Wayan Lanus.
Mangku Wayan Lanus adalah salah satu eks anggota Pasukan Ciung Wanara pimpinan I Gusti Ngurah Rai yang masih hidup.
Dahulu Mangku Wayan Lanus adalah seorang pejuang yang menghadapi pasukan Belanda dengan senjata klewang atau parang.
Saat diwawancara jurnalis Beritabali.com – jaringan suara.com pada tahun 2017, umurnya sudah 90 tahun. Namun fisik Mangku Wayan Lanus masih terbilang cukup bugar, untuk orangtua seusianya.
"Teman-teman saya (sesama pejuang) sudah banyak yang meninggal, jika masih hidup, sudah tidak bisa jalan," ujar Lanus yang pernah bergabung dengan pasukan Ciung Wanara Gusti Ngurah Rai dan Pasukan Nyoman Mudita ini.
Mangku Wayan Lanus adalah pria yang berasal dari Gianyar tepatnya di Banjar Pande, Desa Pejeng.Ia bergabung dengan pasukan Ciung Wanara Gusti Ngurah Rai di Marga Tabanan pada tahun 1945.
Lanus merupakan penyintas sejarah yang sempat terlibat beberapa pertempuran dengan penjajah Belanda.
"Anggota pasukan Ciung Wanara galak-galak, berani-berani, tidak ada yang ditakuti. Belanda yang punya senjata api, dilawan dengan senjata klewang atau pedang panjang dan tajam," ujar Lanus, saat dijumpai di Puri Agung Gianyar pada 17 Agustus 2017 silam.
Setelah sempat bertugas di Marga, Lanus kemudian ditugaskan ke Pejang untuk membantu menangani kerusuhan di Pejeng, antara Pejeng dan Bedulu. Ia bergabung dengan pimpinan pasukan Ciung Wanara Pejeng, Cokorda Anom Sandat.
Baca Juga: Cerita Gusti Ayu Agung Rai Arnila Jadi Pembawa Bendera Pusaka di Lapangan Renon
"Waktu di Pejeng, kami perang dengan NICA, perang dengan sesama warga kita yang merupakan antek penjajah. Banyak rekan saya yang gugur di Pejeng, dibunuh oleh musuh, termasuk dua sahabat baik saya dipunggel (dipenggal) kepalanya oleh musuh," ujarnya.
Lanus mengatakan, jika tidak dipindahtugaskan ke Pejeng, ia pasti akan ikut gugur bersama pasukan Ciung Wanara dan komandannya Gusti Ngurah Rai dalam perang Puputan Margarana 20 Nopember 1946.
"Saat saya dipindahkan ke Pejeng, beberapa hari kemudian terjadi perang di Marga, banyak kawan-kawan saya yang mati di sana saat perang Puputan. Jika saya tidak dipindah ke Pejeng, pasti saya juga sudah mati," ujarnya.
Di hari tuanya, Lanus yang memiliki delapan orang anak ini tinggal di Desa Pejeng Gianyar. Untuk mengisi kesehariannya, Wayan Lanus membuat "katik" atau tusuk sate yang kemudian dijualnya.
Lanus berharap negara Indonesia tetap aman dan bersatu, karena menurutnya, kemerdekaan yang sudah diraih Bangsa Indonesia butuh pengorbanan yang amat besar.
Berita Terkait
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Menang Dramatis atas Arema FC, Pelatih Bali United Bongkar Resep Jitunya
-
Kalah dari Bali United, Pelatih Arema Ungkap Biang Kerok dan Singgung Mentalitas
-
DAMRI Buka Rute Langsung Jakarta-Denpasar, Segini Harga Tiketnya
-
Tolak Perang dan 'Mati Demi Israel', Veteran Marinir AS Diseret Keluar Ruang Kongres
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
4 Kontak Penting Posko THR Gianyar Siap Terima Laporan Pekerja
-
Vila di Tengah Sawah Gianyar Jadi Laboratorium Narkoba Mephedrone Bule Rusia
-
Hery Gunardi Paparkan Strategi Perbankan Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
-
Langkah Cerdas Keluarga Muda: Hindari Drama Mertua dengan Rumah Impian via BRI KPR
-
Iseng Buka Aplikasi Setelah Bayar Tagihan, Keluarga di Bali Malah Dapat Mobil BYD M6