SuaraBali.id - Adanya pernyataan terkait lokasi Bandar Udara Bali Utara di Buleleng memantik respons sejumlah kelompok masyarakat. Salah satunya yang tergabung dalam Forum Bali Utara Maju (Forbatama).
Forbatama menyatakan secara tegas menyatakan penolakan atas Perencanaan proyek pembangunan bandar udara (bandara) di Bali Utara di Kabupaten Buleleng bagian barat, tepatnya di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak.
Sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com, menurut Forbatama yang merupakan gabungan sejumlah elemen masyarakat Buleleng menduga ada kepentingan pihak-pihak tertentu sebelum Penetapan Lokasi (Penlok) oleh Pemerintah Pusat.
Antonius Sanjaya Kiabeni menegaskan, bila pembangunan Bandara Bali Utara dipaksakan di Buleleng barat banyak kendala yang dihadapi.
Selain lokasi yang tidak memungkinkan juga terhambat aturan kehutanan lantaran bersentuhan dengan Kawan Taman Nasional Bali barat (TNBB) termasuk lokasi pelestarian Jalak Bali yang telah langka.
“Kami tetap menolak rencana pemindahan pembangunan bandara Bali Utara atau dilakukanya revisi Perda Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2020, khususnya Pasal Pemindahan Lokasi Bandar Udara Bali Utara di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan ke lokasi baru di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak dan atau Sebutan Lainnya.
Secara tegas kami menolak karena tidak sesuai dengan rencana pembangunan proyek strategis nasional yang telah dituangkan dalam Perpres,” tegas Anton, Rabu 20 Juli 2022.
Anton yang juga Ketua Badan Eksekutif LSM Gema Nusantara mengingatkan berbagai pihak dengan langkah pemindahan yang akan dilakukan ke Desa Sumberklampok akan tersangkut dengan permasalahan hukum.
“Terhadap para oknum pemangku kepentingan OPD di lingkungan Provinsi Bali, anggota Pansus RTRWP Bali dan oknum-oknum Kementerian ATR BPN, agar mencegah tidak muncul kembali kasus Tipikor. Ini semua agar aman dan damai maka lokasi bandara bali utara harus tetap di Kecamatan Kubutambahan, itu saja intinya,” tegas Antonius, Relawan Setia Joko Widodo Buleleng.
Baca Juga: Lokasi Bandara Bali Utara Akhirnya Ditetapkan di Sumberklampok Buleleng
Forum Bali Utara Maju (Forbatama) merupakan gabungan berbagai elemen masyarakat Buleleng, selain Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga bergabung sejumlah komponen masyarakat adat, akademisi termasuk beberapa tokoh agama dan penekun spritual.
Sebelumnya, DPRD Provinsi Bali menetapkan Desa Sumberklampok di Kecamatan Gerokgak sebagai lokasi pembangunan Bandar Udara Bali Utara, hal itu ditetapkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali 2022-2042.
Berita Terkait
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia
-
Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali
-
Kisah Desa Les Buleleng: Merawat Tradisi Nyegara Gunung dan Konservasi Alam Bersama Astra
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern