Ketua BPD Rasabou Syarifuddin mengatakan bahwa suaminya yang bernama Fikram tersebut, terlihat histeris di samping jasad anaknya.
Namun Syarifuddin, tidak bisa memastikan, apakah saat kejadian ayah bayi tersebut berada di rumah saat penganiayaan terjadi atau tidak.
"Kami tidak tahu juga, saat kejadian ada bapaknya atau tidak. Yang pasti, saat kami masuk rumah ada bapaknya dan menangis," katanya.
Syarifuddin juga mengaku, sempat menanyai ibu kandung korban, kenapa mengigit anak sendiri hingga meninggal.
Tapi ungkap Syarifuddin, ibu bayi tersebut mengaku tidak tahu sembari menggendong anaknya yang lain.
Karena tidak ingin jadi sasaran amuk massa, ia dan beberapa warga lain langsung mengamankan ibu korban ke Polres Bima. Sedangkan jasad bayi, dibawa ke PKM Bolo untuk diautopsi.
Sedangkan soal kondisi sang ibu termasuk rumah tangganya, Syarifuddin mengaku tidak tahu banyak. Pasalnya ia tinggal agak jauh dari rumah korban, sedangkan saat kejadian kebetulan sedang duduk bersama warga lain di dekat tempat kejadian.
Sesampainya di TKP ia mendapati korban yang telah dibaringkan di atas tikar ditutupi dengan kain batik dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Sedangkan di samping jasad korban, ayah kandungnya terlihat menangis memandangi bayi yang sudah terbujur kaku tersebut.
Sementara terduga pelaku, ibu kandungnya sedang berdiri di depan pintu kamar, sambil menggendong putra sulungnya yang berumur dua tahun.
Baca Juga: Tim BKBH Mataram Buat Laporan Ulang Soal Dugaan Pelecehan 10 Mahasiswi Unram
Tak lama setelah itu anggota Polsek Bolo tiba di TKP dan menyarankan untuk mengevakuasi korban, sekaligus membawa ke PKM Bolo dengan menggunakan sepeda motor.
"Saya sempat tanya, apakah evakuasi boleh dilakukan. Karena ada perintah pihak polisi, selanjutnya saya angkat sekaligus membawa mayat tersebut dibonceng oleh polisi menggunakan sepeda motor menuju PKM Bolo," pungkasnya.
Terbaru menurut Kanit PPA Satreskrim Polres Bima, Ipda Ruslan Agus, Rabu (29/6) menyebutkan, sudah beberapa orang saksi dimintai keterangan untuk membuat terang kasus penganiayaan ini, termasuk suami dari NR.
Penyidik berencana melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti, tim medis dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Mataram. Untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku.
"Kalaupun itu dilakukan akan kita koordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait," ujar Ruslan.
Sampai saat ini, penyidik belum menetapkan NR sebagai tersangka atas dugaan membunuh anak kandungnya karena masih melengkapi berkas perkara dengan meminta keterangan saksi dan olah TKP, termasuk menunggu hasil visum dari rumah sakit.
Berita Terkait
-
Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka
-
Rekonstruksi Pembunuhan Bayi di Kebayoran Lama, Pelaku Celupkan Kepala Korban ke Ember
-
Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi
-
Bukan Cuma Buat MBG! Bima Arya Luruskan Simpang Siur Anggaran Insentif Daerah Rp1 Triliun
-
Belajar Menjaga Harmoni dengan Laut Lewat Tradisi Tetulak Tamperan
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia
-
2 Orang Meninggal Tiap 5 Menit, Kemenkes Temukan 3 Varian Baru TBC di Indonesia
-
Kronologi Kecelakaan Maut Avanza dan Vario di Lombok: Pasutri Tewas, Bayi Luka-Luka
-
Sejumlah Perwira Polri Disebut Terima Uang dari Bupati Lombok Barat Nonaktif
-
45 Telur King Kobra Ditemukan Dekat Rumah Warga Tabanan