SuaraBali.id - Seorang perempuan penghuni salah satu kamar kos di wilayah Mande, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat diamankan polisi karena tertangkap basah menyimpan jasad bayi di dalam kamarnya.
Ia adalah MW (27 tahun) yang memasukkan jasad bayi yang baru dilahirkannya ke dalam kresek warna merah.
Diduga bayi korban aborsi yang diperkirakan berusia 9 bulan tersebut rencana akan dikuburkan di pekuburan wilayah Mande.
Tim Identifikasi Polres Bima Kota pun melakukan olah TKP pada, Kamis (16/6/2022). Bayi tersebut diketahui meninggal sesaat setelah dilahirkan oleh MW.
Berdasarkan fakta peristiwa sebagaimana keterangan ibu bayi, pada Rabu (15/6/2022) tengah malam, MW ibu dari bayi tersebut, merasakan sakit di perutnya.
Sesaat kemudian MW menelpon S yang tidak lain adalah kekasihnya. Tidak lama kemudian pacarnya tiba di kos tersebut.
Lalu MW menghubungi A, temannya. Mereka sepakat MW melahirkan di rumahnya A di wilayah Rite, Kecamatan Raba, Kota Bima.
“Sekitar pukul 02.00 Wita dini hari tadi, MW melahirkan. Sayangnya bayi mungil berjenis kelamin laki-laki itu, sudah dalam keadaan meninggal dunia,” terang Kasi Humas Polres Bima Kota, Iptu Jufri Rama sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com.
Jufrin juga menyebut rencana awal, jasad bayi dikuburkan di wilayah Rite, Kecamatan Raba dekat rumah A temannya. Namun A menolak karena takut.
Baca Juga: Nelayan di Pantai Kelan Pilih Tidak Melaut Selagi Cuaca Tidak Menentu
Akhirnya pasangan kekasih MW dan S itupun sepakat menguburkan bayi yang sudah dibungkus kresek merah tersebut, di pekuburan wilayah Mande.
Akan tetapi niat buruk mereka tersebut lebih dulu diketahui sejumlah saksi yang langsung melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas setempat.
MW ibu bayi yang berasal dari Kecamatan Wawo Kabupaten Bima merupakan mahasiswi di sebuah Perguruan Tinggi Swasta (PTS). MW juga diketahui bekerja di sebuah restoran di Kota Bima.
Kecurigaan penghuni kos lain bermula saat kondisi mahasiswi yang tinggal di kos dalam kondisi hamil tapi tidak diketahui melahirkan.
Saat ditanya dimana bayi yang dilahirkannya. MW mengaku, sudah dititipkan ke keluarganya di Kelurahan Melayu Asakota, Bima.
Warga pun langsung masuk ke dalam kos dan melihat kantong plastik berwarna merah. Setelah dibuka, ternyata berisi bayi yang sudah meninggal.
Berita Terkait
-
Soroti Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun, Menteri PPPA Ungkap Alasan Pemerintah Terlihat Lamban
-
Lewat Festival Lab Belajar Ibu, Tiga Perempuan Bagikan Makna Kesuksesan yang Beragam
-
Studi Ungkap Dampak Krisis Air terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Perempuan
-
Kemendagri Paraf DIM RUU Adminduk, 1.027 DIM Jadi Dasar Penyempurnaan
-
Dari Ruang Belajar Hingga Potensi Lokal, PNM Dukung Perempuan Pontianak Kembangkan Usaha
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN