SuaraBali.id - Perayaan Peh Cun di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (3/6/2022) dilakukan oleh warga keturunan Tionghoa dengan merayakan dengan upacara persembahyangan Bakcang sebagai penghormatan kepada Perdana Menteri Khut Gwan (Qu Yuan).
Hal ini dilakukan setiap hari kelima bulan lima pasca-perayaan Imlek.
Mengenai tradisi perayaan ini, Ketua Pengurus Wihara Dharmayana/Leng Gwan Byo Kuta, Adi Dharmaja, menjelaskan bahwa Peh Cun merupakan persembahyangan yang sudah diwarisi secara turun-temurun.
"Intinya adalah mengenang seorang perdana menteri sekitar 2500 tahun lalu pada zaman Kerajaan Chiu, yakni Perdana Menteri Qu Yuan yang merupakan seorang penyair dan pejabat pemerintahan dari Negara Chu pada Periode Negara Perang," katanya.
Dikisahkan bahwa Qu Yuan memiliki karier politik yang bagus sampai seluruh menteri Kaisar Huai menuduhnya, membuatnya dikucilkan dari arena politik Negara Chu.
Akhirnya, negara Chu dikalahkan Negara Qin. Mendengar kabar kekalahannya, Qu Yuan merasa sangat sedih karena negaranya hancur dan rakyatnya banyak menjadi korban.
Dia bunuh diri melompat ke Sungai Miluo di Provinsi Hunan.
"Tradisi Hari Bakcang ini bermula dari rakyat yang bersimpati atas kematian Qu Yuan. Mereka melempar nasi ke dalam sungai untuk mencegah makhluk di dalam air memakan jenazah Qu Yuan," katanya.
Dan hingga saat ini tradisi Peh Cun terus menerus dilakukan oleh warga keturunan Tionghoa sampai saat ini.
Baca Juga: Pemerintah Pusat Hapus Tenaga Honorer, Ngurah Wira dan Putri Cemas Kehilangan Pekerjaan
"Kami sangat bersyukur bisa menjaga tradisi budaya ini, meski dalam era globalisasi, namun masih bisa dijalankan ritual ini," katanya.
Sedangkan untuk perayaan di Bali, ada perpaduan budaya dengan budaya Bali yang telah diwariskan secara turun temurun.
Dimana pada prosesi persembahyangan Bakcang ini, juga menggunakan sarana canang.
"Makna dari canang ini sama seperti di kita, diajarkan, bila melakukan persembahyangan, minimal ada persembahan kembang. Untuk di Bali, persembahan dengan menggunakan canang sudah menjadi tradisi. Apalagi warga Tionghoa disini sebagian besar merupakan orang Bali," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Update Klasemen BRI Liga 1 2025/2026 Usai Persebaya Surabaya Tundukkan MU
-
Hasil PSM vs Bali United: Rekor Gol Tercepat Mustafic Warnai Kemenangan Serdadu Tridatu di Parepare
-
Prediksi PSM Makassar vs Bali United di BRI Super League 9 Januari 2026
-
Matcha Kemasan Infus Viral, Menarik tapi Picu Dilema Etik Keamanan Pangan
-
Dorong Ekonomi Daerah, Pusat Bisnis Baru di Bali Fokus Kembangkan Kopi dan Cokelat Premium
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
BMKG Pastikan Gempa M4.5 di Dasar Laut Bali Tidak Sebabkan Tsunami, Tapi..
-
Ombak 'Menggila' Seret Turis Ceko di Pantai Kelingking, Evakuasi Dramatis 170 Meter
-
Bagaimana Bali United Manfaatkan Jumlah Pemain Hingga Kalahkan PSM?
-
16 Warga Bali Tewas Digigit Anjing Rabies
-
Rekomendasi 5 Warna Pakaian yang Aman Untuk Kulit Sawo Matang