SuaraBali.id - Animo pemudik di Kota Denpasar, Bali masih tampak di garasi bus Gunung Harta di Jalan Cokroaminoto, Ubung, Denpasar Utara, Bali Sabtu (30/4/2022) dua hari jelang Hari Raya Idul Fitri.
Di depan ruangan kantor informasi terpantau penuh tumpukan kardus dan koper milik para pemudik menunggu giliran masuk bus sesuai tujuan.
Sementara kursi ruang tunggu penumpang tampak sudah tak ada sela untuk duduk, beberapa pemudik lain duduk di warung-warung dan emperan sekitar pool bus. Bahkan ada pula bangku-bangku plastik disediakan di trotoar pinggir jalan raya.
Calon penumpang anak-anak juga hadir di sana, mereka bersiap berangkat ke tempat tujuan menggunakan baju karakter Superhero Spiderman.
Sementara beberapa orang juga tampak melaksanakan rapid test Antigen di gerai yang disediakan pool bus.
Operator Ticketing PO. Gunung Harta, Ni Luh Putu Widyana mengungkapkan pemandangan keramaian pemudik seperti ini terakhir kali dilihat pada lebih dari dua tahun lalu sebelum masa pandemi COVID-19.
Saat pandemi COVId-19, dua kali lebaran pemerintah melarang mudik, setelah larangan itu dicabut, "meledaklah" hormon para pemudik untuk memanfaatkan kesempatan pulang kampung ini.
"Perbandingannya sangat jauh saat menjelang lebaran di masa pandemi saat pemerintah melarang mudik, paling ada 4-5 bus saja setiap harinya itu pun tidak full penumpang, untuk mudik saat ini ada sekitar 23 bus yang dijalankan setiap hari tiap-tiap bus ada 30-34 penumpang, peningkatan jauh signifikan dengan izin mudik ini," ungkap Widya.
Widya menyebutkan, tujuan mudik didominasi pemudik dengan tujuan Jawa Tengah, seperti Jogja, Solo, Semarang. Namun tak sedikit pula pemudik dari Jawa Timur tujuan Surabaya, Malang dan Kediri.
Menurutnya, puncak pemudik terjadi pada tanggal (28-29/4/2022) namun keramaian pemudik masih diprediksi hingga Minggu (1/5/2022) esok.
"Untuk tujuan Jateng ada sekitar 15 bus setiap hari, tujuan Jatim 8 bus, mulai ramai tanggal 27 April, ramainya dari tanggal 27 April, kalau puncaknya 28 dan 29 April, tapi hari ini dan besok diprediksi juga masih ramai," ungkapnya.
Naiknya harga tiket bus tujuan Jateng dari harga Rp 330 ribu menjadi Rp 520 ribu tak menghalangi niat para pemudik untuk bersilaturahmi di kampung halaman mereka. Harga tersebut berlaku saat arus mudik tanggal 26 April hingga 1 Mei 2022.
Sementara untuk tujuan Jawa Timur peningkatan harga tak begitu signifikan, hanya di harga Rp 380 ribu karena memang trayek yang lebih dekat dengan Bali. Setiap bus terdapat, sopir, sopir cadangan dan seorang kondektur.
Salah seorang pemudik asal Surabaya, Hari (52) mengatakan, karena saking penuhnya penumpang bus, dirinya yang sedianya ingin pulang Jumat (29/4/2022) kemarin terpaksa harus pulang pada Sabtu (30/4/2022) ini.
"Saya tujuan Surabaya, sebenarnya maunya pulang kemarin, tapi sudah tidak dapat tempat, jadinya hari ini baru ada kesempatan pulang," ucapnya.
Berita Terkait
-
Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun
-
Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila
-
Mabuk Arak Bali, Dikira Begal! Kakak Adik di Bekasi Dipukuli Warga Sambil Pelukan
-
Saat Sampah Plastik Disulap Jadi BBM, Upaya Desa Cepaka Atasi Limbah Sulit Didaur Ulang
-
Hadiri Miss Equality World, Arya Wedakarna Dipanggil Badan Kehormatan DPD
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok
-
Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani
-
Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai