SuaraBali.id - Kelangkaan hingga kenaikan harga minyak goreng yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan dituding menjadi faktor menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya meyakini hal tersebut mempengaruhi persepsi publik terhadap pemerintahan yang dibuktikan dari survei terbaru dari lembaga survei Indikator Politik. Dari hasil survei lembaga tersebut, tingkat kepuasan publik hanya 59,9 persen.
"Pastilah ada yang mempengaruhinya. Baik dari dalam maupun dari luar. Yang paling gamblang tentu isu seputar minyak goreng yang sudah berjalan beberapa bulan ini. Ini pasti mempengaruhi persepsi publik terkait kepuasan mereka terhadap kinerja pemerintah. Apalagi yang paling merasakannya adalah kelas bawah. Wajar jika tingkat kepuasan menurun," kata Willy saat dihubungi Suara.com pada Rabu (27/4/2022).
Selain minyak goreng, kenaikan harga BBM juga turut mempengaruhi kepuasan publik. Serta beberapa isu yang sifatnya politis di tingkatan elite.
"Belum lagi isu penundaan pemilu. Sedikit banyak saya kira ini turut berpengaruh juga terhadap persepsi publik, terutama di kelas menengahnya. Mereka yg awalnya memberikan poin kredit jadi berubah," tuturnya.
Tak hanya itu, situasi global yang memanas akibat dampak perang Rusia vs Ukraina juga menambah faktor yang memberatkan. Tentunya, ia menilai masih akan membuat kinerja pemerintah mengalami tekanan ke depan. Apalagi jika harga minyak mentah terus naik.
"Semua ini memang membuat pemerintah harus ekstra kerja keras dan detail dalam merumuskan setiap kebijakannya," ungkapnya.
Menurutnya, pahit atau manis kebijakan yang diambil, yang penting adalah publik selalu melihat bahwa pemerintah selalu berbuat dalam upayanya mengatasi situasi yang terjadi.
"Saya melihat pemerintah berusaha keras dalam upaya mengembalikan kepercayaan publik dengan beberapa program yang diluncurkan," tuturnya.
Baca Juga: Survei Indikator: Mayoritas Publik Sebut Pemberantasan Korupsi di Indonesia Memburuk
Wily juga mengemukakan, dibutuhkan formulasi yang baik dari pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan publik, apalagi jika dilihat bahwa kenaikan harga BBM sudah bisa dipastikan.
"Oleh karena itu, yang jadi PR adalah bagaiamana pemerintah selalu menjaga daya beli warga, menjaga angka kemiskinan dan pengangguran agar tidak naik, dan sebagainya," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru soal kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi.
Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhatadi, mengatakan ada sekitar 59,9 persen responden dalam survei yang menyatakan puas atau sangat puas terhadap kinerja Pemerintahan Jokowi.
"Kita cek ini approval ratting pres, di bulan aprl 14-19 april, yang puas atau sangat puas kalau kita total 59,9 persen, yang kurang puas 38,6 persen. Jadi lebih banyak yang puas," kata Burhanuddin dalam paparannya secara daring, Selasa (26/4/2022).
Burhanuddin mengemukakan, jika merujuk pada tren yang berkembang, ada penurunan tingkat kepuasan.
Berita Terkait
-
Sebut Wajar Tingkat Kepuasaan Kinerja Jokowi Jeblok, NasDem: Banyak Pengaruhnya, Paling Gamblang Isu Minyak Goreng
-
Survei Indikator: Mayoritas Publik Sebut Pemberantasan Korupsi di Indonesia Memburuk
-
Survei Indikator: Tren Kepuasan Terhadap Kinerja Wapres Maruf Turun Juga, Angkanya Cuma Dibawah 50 Persen
-
Survei Indikator Politik: Tingkat Kepuasan Terhadap Kinerja Jokowi Anjlok ke Angka 59,9 Persen
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi
-
Transformasi BRIvolution Reignite Melaju Pesat, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian
-
Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M