Dan ketika tiba saatnya momen yang ditunggu itu datang, mereka siap dan rela untuk tertatih-tatih di jalur perlintasan mudik Lebaran demi menjumpai lingkungan yang mengakui secara tulus eksistensi personalnya.
Karena banyak di antara mereka yang mudik apakah ia seorang buruh pabrik, pekerja kantoran, kuli serabutan, pedagang, satuan pengamanan (satpam), dan lain sebagainya mungkin merasa kehilangan keaslian dirinya dalam hari-hari biasa di tempatnya bekerja.
Mereka baru bisa merasakan keberadaannya diakui secara murni hanya ketika berjumpa dengan orang tua dan keluarganya ketika Lebaran.
Dengan mudik mereka seolah kembali menemukan keasliannya, kediriannya.
Ini pula yang pernah dikatakan budayawan Muhammad Ainun Nadjib bahwa mudik sebenarnya mengajarkan manusia untuk menyelami kembali siapa dirinya dan dari mana ia berasal.
Mudik juga mengajarkan kesejatian sehingga membuat ayam kembali menemukan keayamannya, setelah di burung-burungkan bahkan di musang-musangkan oleh proses sosial dan hedonisme kebudayaan.
Mudik bisa memiliki kandungan makna yang jauh lebih luas dari sekadar urusan perjalanan fisik dan urusan perputaran ekonomi.
Karena mudik memiliki lipatan-lipatan yang menembus dimensi psikologi, perasaan, dan rohani sehingga memungkinkan manusia untuk pulang, tidak hanya menuju kampung halamannya, melainkan bergerak lebih dalam menuju perenungan kasih sayang ibunya, dan kasih sayang penciptanya. (ANTARA)
*) Hasan Sadeli adalah mantan aktivis PMII, lulusan Magister Ilmu Sejarah Universitas Indonesia
Berita Terkait
-
Persiapan Balik Mudik, Cek Harga Tiket Kereta Bandara Sekarang!
-
Harga Tiket Kapal Bakauheni-Merak untuk Mobil Selama Libur Idul Fitri 2025, Ini Cara Pesannya
-
Mudik Balik Lebaran 2025: Pilih Waktu Tepat, Pulang Jadi Nikmat
-
Libur Lebaran di Solo: Rekomendasi Kolam Renang Keluarga yang Asyik
-
One Way Arus Balik Lebaran 2025 Mulai Kapan? Cek Jadwalnya di Sini!
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Meninggal di AS Saat Nyepi, Mahasiswi Asal Buleleng Ini Sempat Pesan ke Ayah Ibu Agar Tenang
-
Dianggap Rezeki, Nelayan Kuta Panen Ikan Layur, Sekali Melaut Puluhan Kilogram
-
Obat Rindu di Balik Jeruji: Lapas Lombok Barat Sediakan Video Call Gratis untuk Warga Binaan
-
Setelah Lebaran Harga Ayam dan Cabai di Bali Mulai Alami Penurunan
-
Pemudik dari Bali Jadi Korban Ledakan Petasan Balon Udara yang Diterbangkan Anak-anak