SuaraBali.id - Meski ruang alat embossing dan hot stamping Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) di Samsat Kota Denpasar terbakar hebat pada Kamis (14/4/2022) namun dipastikan tidak mengganggu pelayanan publik, aktivitas terpantau normal.
Ruangan alat pencetakan plat nomor tersebut memakai gedung di kompleks Kantor Badan Pendapatan Daerah, Jalan Cok Agung Tresna Denpasar atau di utara Kantor Samsat Denpasar yang memang letaknya bersebelahan.
Tak hanya ruang alat pencetakan TNKB saja, melainkn ada 3 ruangan kantin dan Pelinggih atau Pura yang ada di Kantor Badan Pendapatan Daerah juga ikut ludes terbakar.
Pantauan di lokasi, garis polisi terpasang membentang sepanjang sekitar 30 meter, dari 9 ruangan yang ludes terbakar. Peristiwa ini juga menjadi tontonan masyarakat yang berada di lokasi.
Di dalam ruangan bagian tengah tampak alat-alat pencetakan berupa embossing dan hot stamping hangus dilahap si jago merah, hanya tinggal puing-puing kebakaran yang juga mebghanguskan rangka atap gedung tersebut.
Musibah kebakaran bermula ketika salah seorang petugas jaga ruang TNKB, Ngurah Edi mengetahui ada letupan pada MCB kelistrikan di salah satu kantin bangunan yang berbentuk berderet tersebut
Letupan yang diainyalir karena hubungan arus pendek itu kemudian mengeluarkan percikan api yang dengan cepat menjalar ke ruangan lainnya. Beruntung berkat kesigapan petugas Damkar BPBD Denpasar, potensi kebakaran yang bisa meluas dapat diminimalisir di mana bangunan satu dengan yang lain berhimpitan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Bersama Denpasar Anak Agung Rai Sugiartha mengatakan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Bali mengupayakan perbaikan sesegera mungkin.
Ia menyebut, satu mesin bisa diselamatkan petugas Damkar dan data cetakan dipastikan aman.
Baca Juga: Ketut Nadha Heran Ada Gua Dan Pura Misterius Ditemukan di Sekitar Rumahnya
"Satu mesin pencetakan masih bisa terselamatkan dan satu lagi diusahakan kepolisian mendatangkan dari Kantor Samsat Badung dibawa ke Denpasar, jadi untuk pelayanan masih normal tidak ada kendala, namun untuk pencetakan TNKB kemungkinan sedikit terhambat harap maklum karena 3 mesin terbakar, namun kami upayakan dengan kepolisian perbaikan sesegera mungkin," jelas Gung Rai saat dijumpai di ruang kerjanya.
Ruangan pencetakan TNKB Samsat Denpasar tersebut sehari-hari bisa mencetak sebanyak 2.500 TNKB unit kendaraan bermotor, dengan terbakarnya mesin tersebut ia tidak menampik terjadi sedikit hambatan.
Namun pihaknya bersama kepolisian menemukan solusi untuk mendatangkan mesin pencetakan dari Kantor Samsat Badung agar pelayanan tetap bisa berjalan normal.
"Untuk diketahui yang mau Nyamsat kendaraan, kami di kantor Samsat tetap melayani samsat namun pencetakan TNKB, kapasitas keseharian 2500 unit kendaraan," bebernya
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, Ardy Ganggas menyebut ada empat unit brandweer (BW) pemadam kebakaran BPBD Denpasar dikerahkan ke lokasi kejadian.
"Ada 4 unit BW yang atensi dengan 51 ribu liter air dan foam 2 galon," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Satu Santri Tewas Dibakar, Satu Guru Tersangka Kejahatan Seksual di Pesantren
-
Viral Video 3 Santri Dibakar di Lombok, Satu Meninggal
-
Malam Hari Tiba-tiba Dingin? BMKG Jelaskan Fenomena 'Bediding' yang Viral
-
Bali United Akhiri Kerja Sama Peminjaman Yusuf Meilana
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar