SuaraBali.id - Dua warga Rusia ditahan di Ruang Detensi Imigrasi pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Bali, setelah kehabisan biaya untuk hidup di Bali. Selama ini ternyata kehidupannya dibiayai oleh belas kasihan masyarakat.
Keduanya adalah ibu dan anak yang tidak melakukan perpanjangan izin tinggal karena tak punya uang.
Adapun kedua warga negara asing (WNA) tersebut berinisial AK (61) dan IK (34) yang hanya mempunyai izin tinggal kunjungan.
"Keduanya telah melewati batas waktu izin tinggal,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Tedy Riyandi dalam siaran persnya Rabu (14/4/2022).
Mereka diamankan oleh pihak Satpol PP Kabupaten Klungkung dan pihak desa adat dari Pulau Nusa Penida.
Mereka sebenarnya datang untuk berwisata di Pulau Bali, bahkan sempat tinggal di kawasan Amed, Kabupaten Karangasem.
Tapi karena uang habis, mereka tinggal tidak menetap dan terus berpindah hingga diamankan di Nusa Penida. Ibu dan anak ini selama di Nusa Penida, mereka hidup dari belas kasihan warga lokal.
Hingga akhrinya dari desa adat merekomendasikan kedua WNA itu untuk meninggalkan wilayah Indonesia. Keduanya dikenai tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian sebagaimana disebutkan dalam Pasal 78 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
Setelah dua malam ditempatkan di Ruang Detensi Imigrasi pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, saat ini keduanya telah dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar untuk menunggu deportasi.
Baca Juga: Diprotes Karena Mahasiswa Baru Wajib Bayar Asrama, Rektor Unud Akhirnya Menganulir Kebijakannya
Overstay 956 Hari
Sebelumnya ibu dan anak asal Rusia juga melanggar keimigrasian di Indonesia dengan overstay hampir seribu hari atau tepatnya 956 hari.
LN (33) akhirnya dideportasi dari Bali beserta putrinya. Hal ini terjadi setelah WNA yang awalnya datang dengan kunjungan wisata ini ditinggal oleh suaminya ke Malaysia lalu ke Rusia.
Namun suaminya tersebut menghilang dan kehidupan mereka terkatung-katung di Bali.
Mereka awalnya tinggal bersama-sama di sebuah guest house daerah Ungasan, Kuta Selatan, sampai pada akhirnya keuangan mereka semakin menipis.
Hingga pada 4 April 2022, LN melaporkan dirinya dan anaknya ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai dan diketahui bahwa mereka telah melebihi masa izin tinggal selama 956 hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida