SuaraBali.id - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar bersama Kementerian Agama Bali dan sejumlah ormas melakukan Rukyat Hilal di Pantai Patra Jasa, Kuta Selatan, Badung, Bali pada Jumat 1 April 2022
Rukyat Hilal dilakukan untuk menentukan awal 1 Ramadhan 1443 H atau awal bulan puasa tahun 2021.
Koordinator Bidang Observasi BBMKG Wilayah III Denpasar, Dwi Hartanto menerangkan bahwa dari pengamatan yang dilakukan Hilal tidak terlihat karena cuaca berawan.
"Hasil Rukyat Hilal di Bali dari Pantai Patra Jasa tidak terlihat karena tertutup awan," kata Dwi kepada SuaraBali.id.
Dwi menjelaskan, kegiatan Rukyat Hilal dilakukan dengan meneropong posisi Hilal menggunakan alat teleskop yang sudah terkoneksi dengan teknologi infomasi komputer.
Data kemudian diolah secara sistematis dan dikirim ke server BMKG Pusat kemudian disebarluaskan secara online ke seluruh dunia melalui https://www.bmkg.go.id/hilal.
"Memang dari segi ketinggiannya, potensi untuk terlihat sangat kecil sekali, karena tinggi hilal berkisar hanya antara 1 derajat derajat, dan elongasi berkisar antara 3 derajat," bebernya. Rinciannya tinggi hilal 1 derajat, 57 menit, 42 detik, elongasi, 3 derajat, 59 menit, 33 detik.
Di Bali pada Jumat 1 April 2022 matahari terbenam paling awal pukul 18.23 Wita sedangkan terbenam bulan pukul 18.34 Wita.
Penentuan 1 Ramadan 1442 H atau Rukyat Hilal oleh sejumlah instansi terkait seperti Kementerian Agama hingga Organisasi Masyarakat Islam di Bali mulai sekitar pukul 17.00 Wita hingga pukul 18.34 Wita.
"Jadi untuk penentuan awal Ramadan tetap mengikuti sidang Isbat di pusat," tuturnya.
Kontributor : Yosef Rian
Tag
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis