SuaraBali.id - Sudah menjadi tradisi pada umumnya masyarakat Lombok mengunjungi makam Loang Baloq menjelang bulan suci Ramadhan untuk melakukan doa dan rekreasi. Tradisi ini semacam wisata religi yang sering dilakoni.
Makam Loang Baloq sendiri ialah makam Syeich Gaos Abdurrazak yang terletak di Mataram, iamerupakan tokoh penyebar agama Islam di Lombok.
Kunjungan ke Makam Loang Baloq selain ziarah, juga ditujukan untuk mengenalkan tokoh penyebar agama islam ke anak cucu.
"Biar anak kita tahu kalo ini makam orang alim yang dulu menyebarkan Islam di Lombok. Biar tahu asal usul mereka ini," ucap Wahidah, Ibu Rumah Tangga asal Lombok Timur, saat ditemui di area makam Jumat (1/4/22).
Ibu tiga orang anak itu mengaku selalu menyempatkan diri untuk datang ke makam Loang Baloq jika ia sedang berkunjung ke Mapak. Ia rela menunda kepulangannya ke Lombok Timur agar ziarahnya di hari Jumat.
"Kebetulan ada acara wisuda anak kemarin. Kami nginep dulu, supaya hari Jumat ziarah. Sekalian rayain juga, kan ada taman di depan," ujarnya.
Bersama rombongannya, Wahidah memasuki makam dengan membawa ceret berisikan air. Di depan pintu makam, alas kaki dibuka, ceret kemudian diletakkan di atas makam.
Rombongan kemudian melakukan doa yang dipimpin oleh salah satu dari rombongan peziarah. Semua tampak khusuk dan khidmat mendengar lantunan doa seraya mengucap 'amin' di setiap jeda.
Selepas melakukan doa, air di dalam ceret kemudian digunakan membasuh muka sambil mengucap hajat yang diniatkan.
Keluarnya dari makam, peziarah kemudian membuat ikat sampul di akar-akar pohon beringin. Itulah alasan kenapa pohon beringin di Makam Loang Baloq dipenuhi oleh ikat sampul.
Ikat sampul yang dilakukan peziarah itu disebut juga sebagai janji akan kembali berziarah nantinya.
Setelah melalui prosesnya, peziarah biasanya makan bersama diberugak kayu yang ada di area sekitar makam. Bekal sudah disiapkan dari rumah masing-masing. Beberapa memilih untuk makan di area taman dekat pantai.
Juru kunci, Sukri, menyebut kalau peziarah biasa berbondong-bondong datang tiap ada acara besar umat Islam.
"Menjelang puasa, setelah lebaran. Setelah lebaran di hari pertama dan kedua biasanya masih. Silaturahmi keluarga dulu kan. Baru itu rame," terangnya.
Di depan makam disediakan kotak untuk pengunjung yang ingin menyumbang. Hal itu nantinya digunakan untuk biaya perawatan dan kebersihan area makam
Berita Terkait
-
Harga Rp20 M tapi Cepat Rusak! Dugaan Korupsi Mesin Pengolah Sampah Pemkab Lombok Diusut Kejati
-
7 Arti Mimpi Gempa Bumi Tapi Selamat Menurut Islam dan Primbon
-
Keruntuhan Wibawa Mataram di Perlawanan Penguasa Madura Atas Hegemoni Jawa
-
Tim SAR Sisir Kalimalang hingga 1 Kilometer, Ramadhan Masih Belum Ditemukan
-
Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal Tapi Tidak Bicara Menurut Islam dan Psikologi
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo