SuaraBali.id - Kedatangan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) di Bali disambut oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama sejumlah pejabat penting di Pemprov Bali di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, (4/3/2022).
Para PPLN yang datang kemarin berjumlah 60 orang dari Sydney, Australia. Menurut Gubernur Bali, sampai hari ini sudah tercatat ada 11 penerbangan yang akan berangkat ke Bali, diantaranya adalah Garuda Indonesia, SQ / Singapore Airlines, Scoot Tiger Air, Jet Air, Air Asia, Batik Air, Jetstar, Turkish Airlines dan lainnya.
"Saya perlu sampaikan bahwa dari hasil penumpang yang datang sejak tanggal 16 Februari hingga 28 Februari 2022 jumlahnya telah mencapai 1.846 orang yang terdiri 1.524 WNA dan 322 WNI. Dari jumlah tersebut, hanya 7 orang yang positif, yang mana berasal dari 6 WNA dan 1 WNI, serta semuanya tanpa gejala," terangnya sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com.
Sedangkan terkait penanganan Covid-19 di Provinsi Bali, Gubernur Koster menegaskan vaksinasi Covid-19 semakin menunjukan hasil yang baik, dimana untuk vaksinasi umum pada vaksinasi pertama angkanya telah mencapai 104 persen, dan vaksinasi kedua mencapai 94 persen. Vaksinasi untuk lanjut usia (Lansia) untuk suntik pertama mencapai 85 persen, vaksinasi kedua mencapai 75 persen.
Sedangkan untuk vaksinasi anak-anak dan remaja, untuk vaksinasi pertama mencapai 108 persen dan vaksinasi kedua mencapai 103 persen. Khususnya untuk vaksinasi ketiga atau vaksin booster, angkanya sudah mencapai 20,35 persen.
Perkembangan Covid-19 di Provinsi Bali juga semakin membaik, dimana kasus hariannya terus menurun, kesembuhan meningkat dan kasus kematian juga menurun.
Sementara kasus aktif juga semakin menurun dan angka positif rate juga sangat rendah yakni 3,5 persen, jauh di bawah standar WHO minimum 5 persen.
Pemerintah Provinsi Bali dibawah kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster pula sudah berupaya menyampaikan ke Pemerintah Pusat, dengan mengusulkan kedatangan Wisatawan Mancanegara dan PPLN agar tanpa karantina mulai 7 Maret 2022.
“Semula pemerintah menawarkan 1 April 2022 dan Kami meminta dimajukan 7 Maret 2022,” tegasnya.
Untuk kebijakan Visa, karena banyak permainan di lapangan, Gubernur Bali juga mengusulkan menggunakan kebijakan Visa on Arrival (VoA) mulai 7 Maret ini.
Kata Gubernur, upaya ini guna menekan kemunculan mafia karantina dan mafia Visa yang ingin mencoreng nama baik pariwisata Bali. Sehingga dengan adanya VoA, menjadi lebih cepat untuk pemulihan pariwisata Bali.
Berkaitan dengan itu, Pemerintah Pusat, Pejabat Eselon I dan juga para pakar juga telah menyetujui kebijakan PPLN tanpa karantina mulai 7 Maret 2022.
“Saya kontak Bapak Menkumham juga sudah menyetujui Visa on Arrival,” kata mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Tips Nikmati Liburan di Bali, Dijamin Hemat dan Nyaman
-
Dari Rebranding hingga Bantu Bencana, Berikut Capaian BRI Selama Tahun 2025
-
Siapa Saja 12 Tersangka Perusak Gedung DPRD NTB?
-
Bukan Hanya Bantuan Logistik, Intip Program BRI Pulihkan Psikologis Korban Banjir di Sumatra
-
7 Jajanan Khas Bali Paling Dicari Wajib Jadi Oleh-Oleh