SuaraBali.id - Pangeran Charles dikatakan telah berjanji kepada ibunya, Ratu Elizabeth II, bahwa dia akan meneruskan warisan sang ibu sebaik mungkin saat menjabat sebagai Raja Inggris nanti. Pernyataan ini sekaligus isyarat bahwa ia akan menjadi pewaris takhta Kerajaan Inggis setelah Ratu Elizabeth II.
Pangeran Charles akan menjadi raja setelah tujuh dekade.
Pada tahun 1947, ketika Ratu Elizabeth baru berusia 21 tahun, Yang Mulia berjanji bahwa seluruh hidupnya, entah panjang atau pendek, akan didedikasikan untuk melayani Persemakmuran.
Dan kini ketika Ratu Elizabeth berusia 90 tahunan, tekadnya untuk tetap berdaulat dipegang teguh dan bersikeras masih sehat walafiat.
Tapi saat ini, berita masalah kesehatan Ratu Elizabeth mulai ramai dibicarakan. Belum lama ini, Ratu Elizabeth juga didiagnosis terinfeksi COVID-19, di usianya ke 95 tahun.
Kini dikatakan bahwa sebagian besar tugas Ratu Elizabeth diberikan kepada sang putra, Pangeran Charles (73 tahun) yang secara efektif didaulat sebagai Prince Regent atau Pangeran Bupati.
"Ratu dan Charles bertemu di awal tahun dan berbicara secara pragmatis tentang apakah dan kapan dia (Ratu) harus mundur. Itu adalah percakapan yang sulit, tetapi percakapan yang mereka tahu pasti mereka lakukan," kata orang dalam istana.
"Itu adalah hari yang mereka semua tahu mungkin akan datang pada akhirnya, tetapi itu tidak membuatnya lebih mudah bagi Yang Mulia.
"Charles telah menghabiskan seluruh hidupnya menyerap dari ibunya, apa artinya menjadi raja, dan dia telah meyakinkannya bahwa ketika saatnya tiba, dia bertekad untuk membuatnya bangga."
Ketika pandemi memasuki gelombang baru sebelum Natal, Ratu merasa sudah waktunya untuk membuat "rencana baru".
Selama pertemuannya dengan Charles, dia mengungkapkan keinginannya untuk "melewati" perayaan platinumnya pada bulan Juni, kata sumber itu, dan kemudian menyerahkan tongkat estafet kepada sang putra.
"Meskipun, diagnosis COVID-nya dapat mempercepat proses itu lebih jauh, tergantung pada seberapa baik dia melewatinya," lanjut sumber itu.
Ratu mengisyaratkan keputusan tersebut awal bulan ini, di waktu yang sama saat Ratu mengumumkan bahwa istri kedua putranya, Camilla, Duchess of Cornwall, akan dikenal sebagai Permaisuri "ketika saatnya tiba".
"Itu adalah ujian untuk melihat seberapa baik publik akan bereaksi terhadap Raja Charles dan Ratu Camilla, dan dia senang dengan hasilnya. Beberapa tahun yang lalu, itu tidak mungkin," kata seorang sumber.
Dilansir dari New Idea, sumber tepercaya Istana mengatakahan bahwa rencana keputusan mundur Ratu Elizabeth telah diketahui beberapa anggota Senior Kerajaan Inggris seperti Putri Anne, serta Duke dan Duchess of Cambridge.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
BRI Ajak Pemimpin Redaksi Perkuat Kolaborasi Media dan Transparansi Informasi di Bulan Ramadan
-
Stop! Badanmu Jadi Begini Jika Terbiasa Buka Puasa Makanan manis
-
4 Bencana Mengintai Jika Properti Anda Belum Bersertifikat SHM
-
Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX Uji Kemampuan Halaman 190
-
BRI Dorong Dana Murah, Transaksi BRImo Tembus Rp7.076 Triliun di 2025