SuaraBali.id - Gelandang gaek Persib Bandung asal negeri kincir Belanda Marc Anthony Klok mengutarakan hasratnya untuk ingin hidup dan tinggal di Pulau Dewata, setelah beberapa waktu terakhir BRI Liga 1 digelar di Bali
Dalam sebuah sesi wawancara eksklusif dengan awak media di Bali, pada Senin (28/2/2022), Marc Klok mengungkapkan suasana di Bali cocok untuk ditinggali bersama istri dan anaknya.
Marc Klok kini juga telah resmi berstatus menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah mengucapkan sumpah pada 12 November 2020 lalu juga sebagai bukti kecintaannya terhadap tanah air, tidak hanya pada sepak bola tapi juga pada segi kehidupan lainnya.
"Kalau di luar sepak bola, saya punya hidup, untuk hidup ini saya sangat senang dengan keluarga dan anak-anak, dengan pantai, dengan cuaca yang panas. Saya pikir ini bagus untuk lifestyle hidup saya. Saya sangat senang dan grateful hidup tiap hari di sini (Bali,-red)," ungkap Klok.
Akan tetapi, untuk karier dalam sepak bolanya, hati Klok tetap mendarat di Persib Bandung yang dinilainya memiliki organisasi yang dikelola secara profesional.
"Kalau sepak bola di Bandung, saya senang dengan Persib dan klub, dengan organisasi secara professional. Untuk kerja, untuk hidup ini, baik untuk saya," ujarnya.
Di Indonesia, Klok telah berkarier di tiga kesebelasan besar, sebelum bergabung dengan Persib Bandung, Klok pernah membela Persija Jakarta musim 2020-2021 mengantarkan menajdi juara Piala Menpora dan di PSM Makassar sebagai awal karier di Indonesia pada musim 2017-2020.
Selama bergabung dengan PSM Makassar pemain kelahiran 20 April 1993 ini memberikan performa terbaiknya dengan mengkoleksi 14 gol dari 82 pertandingan yang dilalui.
Di usia ke-28 ini, Marc Klok juga mulai memikirkan opsi untuk masa depannya, ia mengaku telah merintis sebuah bisnis, sebagai persiapan pensiun dari dunia sepak bola kelak, meski usianya kini tergolong masih produktif untuk sepak bola.
"Punya (bisnis) itu juga penting, kalau kita tidak punya opsi B untuk hidup, bagaimana. Kita harus selalu pikir bagaimana hidup setelah sepak bola, contohnya Corona datang sepak bola mati hingga 1,5 tahun. Sekarang memang punya banyak interest, fans, ini momen untuk eksplor buka bisnis dan mencoba hal lain dan tidak stop di sepak bola saja. Kalau kita tunggu setelah sepak bola, kita tidak interest lagi," pungkasnya.
Kontributor : Yosef Rian
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
BRI Tegaskan Peran Strategis Dorong Ekonomi Desa Lewat Penghargaan Hari Desa Nasional 2026
-
Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas X Halaman 27: Anak Muda Terjerat Pinjaman Online
-
Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas VI Halaman 23: Fenomena Tren Makanan
-
Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas VII Halaman 39: Pak Edo's Hobby
-
Tujuh Ribu Burung Kicau dari NTB Diselundupkan ke Bali