Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Senin, 28 Februari 2022 | 16:55 WIB
Warga mengamati Ogoh-ogoh berjudul Gerubug karya kelompok pemuda ST. Tunas Muda di Sidakarya, Denpasar, Bali, Minggu (27/2/2022). Ogoh-ogoh yang akan diarak pada malam pengrupukan atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi yang terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan serta masker untuk menggambarkan kondisi kehidupan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat selama masa pandemi COVID-19. [Foto : ANTARA : Fikri Yusuf]

Maka, Nyepi tahun ini harus dimaknai lebih substantif sebagai resolusi pengendalian ego pribadi dan sosial, bukan hanya pada tataran semarak ritus yang berlalu tiap tahun semata. (ANTARA)

Load More