Ribuan warga memadati Pantai Seger, Desa Kuta Mandalika. Mengikuti tradisi Bau Nyale, Senin dini hari (21/2/2022) [Suara,com/Lalu M Helmi Akbar]
"Walaupun hujan begini, tapi banyak yang keluar nyalenya," bebernya.
Peni terlihat hanya membawa sorok (jaring), senter, dan satu wadah kecil untuk menyimpan nyale.
Tak hanya Peni, hal senada disampaikan Andi Gaos Farestu, ia tetap bau nyale meskipun hujan mengguyur kawasan Pantai Seger hingga senin pagi.
"Kita sudah datang jauh-jauh, pantang pulang sebelum dapat nyale," ungkapnya.
Ia mengaku, nyale yang ditangkapnya akan ia masak. Makanan nyale, diyakininya dapat membawa khasiat tertentu sesuai yang diniatkan.
Kontributor : Lalu Muhammad Helmi Akbar
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali