SuaraBali.id - Harga kamar hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat naik berkali-kali lipat jelang gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika. Hal itu juga membuat ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB, Dewantoro Umbu Joka, mengaku terkejut dengan harga kamar yang begitu fantastis pada 18 hingga 20 Maret 2022 yang bertepatan dengan MotoGP digelar.
Adapun kamar yang semulanya di bawah Rp1 juta, kini naik berkali-kali lipat. Sedangkan kamar yang dilengkapi kolam renang yang semula harga Rp2 hingga Rp3 juta, kini naik lebih tinggi.
"Itu bisa berdampak pada penonton, yang akan memilih hotel di Bali ketimbang di Lombok,” katanya, Sabtu (22/1/2022) sebagaimana diwartakan beritabali.com- Jaringan Suara.com.
Sementara Ketua Sahabat Pariwisata Nusantara (SAPANA), Furqon Ermansyah mengatakan ada dugaan makelar kamar hotel bermain dengan melakukan blok kamar.
“Ada dugaan mafia atau makelar kamar hotel yang mencari untung dari bisnis kamar menjelang MotoGP,” katanya.
“Jadi mereka sudah tahu kapan MotoGP digelar di Mandalika, kemudian langsung melakukan blok atau memboking kamar,” ujarnya.
Yang terjadi makelar kamar tersebut kemudian akan menjual kamar kepada penonton dengan harga yang cukup tinggi.
“Biasanya ditambah juga dengan satu hari sebelum MotoGP. Karena penonton yang datang pasti sebelum MotoGP,” katanya.
Furqon Ermansyah atau lebih familiar dengan nama Rudy Lombok, mengatakan makelar kamar tersebut memboking banyak kamar di hotel-hotel yang strategis dengan Sirkuit Mandalika. Bahkan hingga di Mataram dan Lombok Barat.
“Siapa yang dapat informasi pertama (jadwal MotoGP) maka dia akan mengambil tindakan,” katanya.
Tidak hanya itu, Rudy juga mengatakan pihak hotel ikut menaikkan harga mengikuti harga yang dilepas para hotel kompetitor. Apalagi tidak semua kamar akan dilepas, sehingga peluang kamar yang masih kosong mengalami kenaikan harga.
Rudy meminta agar pemerintah bersikap tegas mengingatkan pihak hotel untuk tidak menaikan tarif kamar di atas kewajaran, karena itu akan berdampak pada citra pariwisata NTB ke depannya. Apalagi, event di Sirkuit Mandalika tidak hanya MotoGP, namun memiliki banyak event balapan di bulan berbeda.
“Pemerintah harus turun tangan. Tindak tegas para makelar kamar, dan tegur hotel yang naikan tarif di atas batas kewajaran,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, mengatakan hampir semua kamar di Lombok Tengah, Lombok Barat dan Kota Mataram penuh menjelang MotoGP.
“Untuk di Lombok Barat, Lombok Tengah dan Kota Mataram kalau hotel bintang dua sampai lima semua sudah penuh. Tapi hotel melati dan homestay masih banyak yang kosong,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain
-
Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya
-
Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida