Kombes Pol Jansen Avitus membeberkan bahwa dari hasil pengamatan Circuit Closed Television (CCTV) memperlihatkan perilaku aneh dari korban yang tampak seperti orang kebingungan.
"Dari rekaman CCTV, kami lakukan analisa dan rekaman video handphone Emmy yang datang merekam korban terkapar. Fakta penyelidikan korban di TPK sejak 12 januari 2022 belum pernah keluar menginap di sana, tanggal 13 Januri 2022 tunangan korban Emmy dan pemilik rumah Icha di lantai dua sedang tidur, pukul 01.47 Wita korban kebingungan mondar-mandir di teras rumah," ujarnya.
"Sampai pukul 06.00 WITA pelaku mondar mandir, 06.01 rekaman CCTV bahwa korban di garase rumah, saksi Emmy berada di luar rumah sedang teleponan. Pukul 06.10 Wita saksi Emmy masuk kembali ke dalam rumah, namun saat akan membuka pintu, rumah terkunci, saksi tidak dapat masuk, Emmy melihat dari jendela rumah korban tergeletak di ruang tamu, samping kiri terdapat pisau dapur, ada di bukti rekaman dari luar jendela, sempat direkam, lalu meminta bantuan pemilik rumah dan tetangga untuk membawa ke rumah sakit Udayana Jimbaran," papar Kapolresta.
Haprer diterima di RS Unud Jimbaran pada 13 Januari 2022 pukul 13.25 Wita dan kuat dugaan Harper sudah meninggal kurang lebih 8 jam sebelumnya. Barang bukti pisau bermata satu dengan lebar 3 centimeter sepanjang 15 centimeter dan sejumlah BB lainnya kini telah diamankan pihak kepolisian.
Sedangkan terkait luka memar yang ada di tubuh korban, polisi menguak bahwa tiga hari sebelum aksi bunuh diri, korban sempat mengalami kecelakaan lalu lintas menabrak sebuah warung di kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai Sanur.
Harper saat itu dibawa menuju Rumah Sakit Bali Mandara, sebelum dilakukan pemeriksaan oleh dokter rumah sakit, korban ternayata melarikan diri dan sempat tidur di emperan toko.
Harper juga sempat dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan oleh tunangannya pada 4 Januari 2022, Emmy, namun di tengah proses penyelidikan polisi kasus tersebut dicabut dan berakhir damai.
Pria asal Inggris ini sudah sekitar satu tahun sebelas bulan tinggal di Bali dan sempat bekerja sebagai chef di sebuah hotel. Namun karena dihantam pandemi COVID-19, wisatawan dan tamu hotel sepi dan Mat Harper tidak lagi bekerja di hotel tersebut.
Polisi berkoordinasi dengan konsulat Inggris terkait kepengurusan jenazah Harper dengan keluarga korban yang berada di Inggris.
Kontributor : Yosef Rian
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali