SuaraBali.id - Masyarakat banyak yang mengeluhkan adanya pengamen di jalanan yang berbusana adat bali. Tak hanya menganggu kenyamanan, hal ini juga dianggap mencederai citra adat Bali.
Beberapa kali petugas Satpol PP telah melakukan pembinaan dan penangkapan para pengamen ini. Bahkan di daerah Klungkung mereka pernah divonis kurungan penjara selama sepekan. Hal itu disampaikan ke Satpol PP provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi saat di wawancarai pada Sabtu 1 Januari 2022.
Menurutnya, tantangan dalam penertiban pengamen jalanan itu karena mereka kucing-kucingan saat petugas melakukan penertiban.
"Kita hindari kejar-kejaran di jalan raya guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sebelumnya kami telah lakukan penertiban namun setelah dikembalikan ke daerah asal, keesokan hari mereka kembali mengamen," tuturnya.
Selain melakukan penertiban secara rutin, Rai Darmadi mengajak masyarakat untuk tidak memberikan imbalan kepada pengamen jalanan. Menurutnya kebiasaan memberikan imbalan itu memberi kesempatan bertambahnya keberadaan pengamen jalanan.
Dia mengakui penertiban pengamen jalanan yang berbusana adat Bali ini menjadi dilema bagi petugas Satpol PP. Pada satu sisi Satpol PP ingin menegakkan Perda demi kenyamanan seluruh masyarakat.
Namun di lain sisi sikap itu dipandang diskriminasi terhadap krama Bali.
Untuk itu dia mengajak masyarakat agar mendukung penertiban pengamen jalanan dengan tidak memberikan imbalan. Dia juga berharap peran aktif desa adat dalam mencegah kehadiran dan perkembangan pengamen jalanan di wilayah adat masing-masing.
"Kami paham bahwa di Bali rasa kepeduliannya sangat tinggi. Namun sebaiknya tidak dengan memberikan imbalan kepada mereka, sebab hal itu yang membuat mereka semakin bertambah banyak. Padahal dilihat dari perlengkapan yang mereka bawa, mereka tidak layak dikatakan kurang mampu," terangnya.
Diantaranya mereka masih memiliki kendaraan bermotor, memiliki ponsel pintar, bisa menyewa kos, dan membeli peralatan sound system untuk mengamen.
"Di daerah Badung keberadaan mereka juga marak, petugas kami pernah menyita alat mengamen mereka dengan tujuan memberikan efek jera. Namun mereka kembali beraksi," bebernya.
Keluhan terhadap keberadaan pengamen jalanan yang mengenakan busana adat Bali itu juga sempat diutarakan oleh wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa. Menurutnya mengamen, apalagi menggunakan pakaian adat, bukanlah budaya krama Bali.
Kendati penertiban terhadap pengamen jalanan ini rawan menimbulkan kritik sosial. Pihaknya berkomitmen untuk melakukan penertiban demi kepentingan masyarakat yang lebih banyak.
Berita Terkait
-
Cerita Pilu Sopir Truk di Bali Dibakar Bos Gegara Setoran, Tewas Setelah Seminggu Kritis
-
2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali
-
Promo Staycation Mewah di Jakarta & Bali dari BRI, Klik di Sini!
-
Tak Cuma Bali dan Jakarta, Ini Cara Menemukan Sisi Lain Indonesia
-
Saat Sampah Plastik Kemasan Diubah Jadi Infrastruktur Wisata, Bagaimana Caranya?
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Rekor Baru! 4 Bulan Tanpa Hujan, Wilayah Ini Jadi Paling Kering di Bali
-
Kakek 57 Tahun di Sumbawa Dicokok Polisi Usai Dilaporkan Cabuli Bocah 5 Tahun
-
Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual
-
Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur
-
BRI Money Changer Mudahkan Nasabah Tukar Valas di Lokasi Terdekat