Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 01 Januari 2022 | 11:39 WIB
Makam gadis bernama Desi Novita Irmawati, yang ditemukan meninggal di kamar Kos 3 In One Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (19/12/2021) lalu dibongkar polisi pada Rabu (29/12/2021) [Foto : Istimewa/beritabali.com]

SuaraBali.id - Penyelidikan kasus kematian gadis asal Bima bernama Desy Novita Irmawati terus berlanjut. Polisi telah melakukan autopsi jasad mayat yang telah dikuburkan tersebut.

Diketahui Desy Novita Irmawati ditemukan meninggal di kamar Kos 3 In One Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda Kota Bima, pada Minggu (19/12/2021) lalu. Ia diduga dalam kondisi hamil saat meninggal.

Pembongkaran makan yang dilakukan tim Forensik pada Rabu (29/12) menemukan, bahwa kondisi rahim almarhum sudah menipis sebagai indikasi bahwa karyawan toko tersebut dalam keadaan hamil.

"Yang jelas dia hamil, untuk tanda-tandanya akan ditulis dalam laporan hasil otopsi," ungkap Dr Irawanto, Ketua Tim Forensik yang didatangkan dari RSUP NTB Kota Mataram sebagaimana diwartakan beritabali.com – Jaringan Suara.com.

Usai pembongkaran makam Desy di PKU Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, petugas langsung melakukan autopsi. Dr Irawanto menjelaskan bahwa autopsi dilakukan untuk bagian tubuh luar dan dalam.

Pemeriksaan luar untuk mengetahui tanda tanda yang dimungkinkan terkait cara kematian korban. Sementara untuk pemeriksaan dalam dilakukan pembedahan di beberapa bagian.

Yang dimungkinkan karena pengaruh atau indikasi tertentu yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Proses otopsi yang dilakukan di rumah almarhum tersebut berlangsung selama kurang lebih 2 jam.  Tim forensik m terdiri dari Inavis, Unit Pidum dan PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota.

Dr Irawanto menceritakan sedikit terkendala pada saat proses autopsi berlangsung. Yakni dari kondisi penerangan kurang memadai dan kendala alat, serta agak terganggu oleh keramaian pihak keluarga.

Proses otopsi sebenarnya direncanakan akan dilakukan Kamis (30/12/2021) pagi. Namun karena ada agenda lain, akhirnya dimajukan pada Rabu sore. 

"Sehingga dimajukan Untuk hasil resmi dari proses autopsi ini kira-kira akan diketahui sekitar 10 hari ke depan," terang dokter Irawanto.

Saat dikabarkan meninggal, tidak ditemukan tanda kekerasan atas kematian karyawan toko tersebut.  Namun untuk mengetahui penyebab kematian, polisi melakukan pembongkaran makam. 

Sebelumnya, pihak keluarga telah mengizinkan untuk sewaktu-waktu jika diperlukan oleh pihak kepolisian untuk dilakukan autopsi. Polisi belum bisa memastikan, kematian Desi terkait dengan obat yang ditemukan di kamar kos.

Load More