SuaraBali.id - Gelaran World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika telah usai. Efek berganda dari event yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut benar-benar dirasakan daerah penyangga.
Tuan rumah Lombok Tengah, Lombok Barat dan Kota Mataram melaporkan capaian pendapatan yang signifikan dari event tersebut. Namun, event WSBK di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah nyatanya tidak begitu berdampak bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Hal ini terlihat dari masih minimnya jumlah wisatawan yang keluar masuk Kawasan tiga gili (Trawangan, Meno dan Air) berdasarkan catatan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas II Pemenang.
”Sejak pertama buka WSBK dan sampai sekarang hanya satu kapal saja yang datang setiap harinya,” ujar Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas II Pemenang Heru Supriyadi, (22/11).
Ia menyebutkan, hanya ada satu kapal dengan penumpang kosong pada hari Minggu. Sedangkan pada Jumat, satu kapal dengan penumpang turun 36 orang dan naik 48 orang. Begitu juga Sabtu, hanya delapan orang yang turun dan naik 15 orang.
”Hari ini (kemarin) belum ada, mudahan ada yang datang,” sambungnya.
Ia melanjutkan, seperti Kapal Eka Jaya yang berkapasitas 200 orang, sekarang hanya memuat 36 orang saja.
“Semoga ada tamu yang sudah menonton WSBK ini datang berlibur ke Gili,” imbuhnya.
Satu-satunya yang ramai adalah kapal publik. Namun, hal tersebut memang sudah lazim terjadi, bahkan sebelum adanya event WSBK. Kapal publik tersebut beroperasi satu jam sekali.
”Dalam sehari ada sekitar 10 kapal publik beroperasi,” katanya.
Seorang pekerja hotel di Gili Trawangan mengungkapkan pasca-gelapan WSBK di Lombok Tengah, tamu yang menginap di hotel tempat ia bekerja tak mengalami peningkatan. Ia menambahkan bahwa kondisi di tempatnya masih sepi sebagaimana biasanya, okupansi hotel tetap.
“Enggak ada yang naik, malah tadi saya nanya ke GM, enggak ada tamu katanya,” sebut Lidya, pekerja di Hotel Royal Singosari, Gili Trawangan, Lombok Utara.
Ia menambahkan, pemerintah daerah telah berusaha maksimal untuk menangkap peluang event tersebut. Bahkan upaya pemasaran pun telah dilakukan.
Hanya saja, tamu yang datang ke tiga gili memang tidak ada.
Dihubungi terpisah, Ketua Koperasi Karya Bahari Sabarudin membenarkan jika event WSBK tidak memberi pengaruh apa pun. Intensitas penyeberangan kapal publik yang dikelolanya tidak mengalami perubahan sama sekali.
Berita Terkait
-
KPK Geledah Kantor Bupati Lombok Barat hingga PUPR, Sita Dokumen dan Alphard
-
PSIM Yogyakarta Datangkan Mantan Bek Timnas Ceko, Ondrej Rudzan
-
KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Lombok Barat, Buntut OTT Lalu Ahmad Zaini
-
KPK Obok-obok Honda HR-V Milik Istri Bupati Lombok Barat, Apa yang Dicari?
-
KPK Sita Mobil Alphard Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Guru SD di Buleleng Diduga Cabuli Murid, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri