SuaraBali.id - Kebakaran di Lapas Tangerang menjadi pelajaran berharga bagi pengelola lapas maupun rutan di Indonesia. Hal itu juga diwaspadai Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Jamaruli Manuhuruk.
Melansir laman Beritabali.com, kepada pengelola lapas dan rutan di Bali, dia telah menginstruksikan agar mewaspadai pemicu-pemicu kebakaran, seperti korsleting listrik.
Pengelola lapas dan rutan juga diingatkan agar aliran listrik bisa terputus bila terjadi kebakaran.
"Perlu kami tegaskan bahwa semua lapas maupun rutan, bapas yang berada di UPT Pemasyarakatan dan juga UPT Imigrasi agar memastikan jaringan listrik tetap aman," ujarnya dalam siaran video, Rabu (8/9).
Dia mengingatkan agar tidak ada beban kelistrikan melebihi kapasitas. Kabel-kabel atau hal lain yang menimbulkan bencana seperti kebakaran
Ia berharap kondisi kelistrikan lapas dalam kondisi aman dan segera diganti bila ada kerusakan.
Di wilayah Bali, Manihuruk mengatakan bahwa pengelola lapas dan rutan telah memberikan pelatihan penanganan bencana kepada seluruh personel. Di Lapas Kerobokan misalnya, yang digelar pada Rabu pagi.
"Ketika saya telepon kesana, ternyata sudah dilakukan sebelumnya (pelatihan penanganan bencana). Begitu juga rutan lainnya, bergerak semua," ujar Manihuruk.
Pada intinya, kata dia, semua rutan di Bali sudah melakukan pelatihan secara rutin. Menindaklanjuti antisipasi bencana di lapas dan rutan, pihaknya kembali mengedarkan standar operasional penanganan bencana.
Baca Juga: Miris! Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Asal Serang Ditolak Keluarga
Kata dia, standar tersebut merupakan hal utama dalam melaksanakan tugas sehari-hari, namun diingatkan kembali.
Untuk diketahui, total isi lapas maupun rutan di Bali mencapai 3.589 jiwa, yang terdiri dari 2.896 napi dan 693 tahanan. Jumlah napi dan tahanan tersebut melampaui kapasitas yakni 1.518 orang atau hingga 136 persen.
Berita Terkait
-
Miris! Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Asal Serang Ditolak Keluarga
-
Belajar dari Kebakaran Lapas Tangerang, Catat Pertolongan Pertama Luka Bakar
-
Belajar Dari Lapas Tangerang, Amnesty Indonesia: Pemerintah Harus Perbaiki Kondisi Lapas
-
RS Polri Kerahkan Lebih dari 50 Tenaga Ahli untuk Identifikasi Jasad Napi Lapas Tangerang
-
Kebakaran di Lapas Tangerang, ICJR, IJRS, dan LeIP Desak Pemerintah Lakukan Ini
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji
-
Berikan Akses Pendidikan Berkualitas, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Khusus
-
Dua WN China Curi Uang Bule Australia Rp27 Juta di Penerbangan Jakarta-Denpasar
-
Karyawan Maskapai di Bandara Bali Tilap Duit Perusahaan Rp600 Juta untuk Judol
-
Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia