SuaraBali.id - Bali dibuka untuk wisata Agustus 2021 mendatang. Sementara 1.493 desa adat Bali mulai bersiap.
Penduduk desa adat Bali secara keseluruhan berjumlah 1.493 desa menyatakan siap mendukung program Bali Bangkit dan ikut berjuang dalam gerakan Satuan Tugas COVID-19 secara gotong royong bersama pemerintah daerah.
"Kita songsong Bali Open Border terealisasi Juli atau Agustus yang dicanangkan Pemerintah. Bali kembali dibuka untuk pariwisata domestik atau mancanegara," kata Bendesa Agung Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, dalam acara Sosialisasi Bali Bangkit yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan secara virtual dan dipantau di Jakarta, Jumat.
"Kita selalu siap ikut arahan dan peraturan melalui desa adat," katanya.
Menurutnya, dalam dua bulan terakhir kasus COVID-19 di Bali menurun dengan rata-rata kasus harian di bawah 50 kasus dan angka kematian yang juga semakin menurun.
"Ini menggembirakan. Namun semakin menurunnya kasusnya di Bali jangan menjadikan kita jumawa mengendorkan upaya kita. Semakin menurun kasus di Bali seharusnya menjadikan kita lebih optimistis berusaha dan disiplin agar Bali segera terbebas dari COVID-19 sehingga bisa kembali beraktivitas seperti biasa," ujarnya.
Putra Sukahet mengatakan Bali Open Border akan sangat bergantung pada kesiapan masyarakat setempat untuk memastikan angka kasus ditekan hingga titik terendah. "Vaksinasi juga digalakkan minimal mencapai 70 persen," katanya.
"Bali Bangkit adalah kalimat untuk jadikan motivasi kita semua bangkit berupaya dan berjuang kendalikan COVID-19 ini. Bali Bangkit bagai impian kita jadikan kenyataan. Masyarakat Bali sungguh terpukul dengan pandemi," katanya menambahkan.
Pria yang menjadi pemimpin desa adat Bali itu mengatakan ekonomi masyarakat setempat sangat bergantung pada sektor pariwisata.
Baca Juga: Kakek 69 Tahun Perkosa Bocah Kelas 4 SD di Negara, Diburu Bapak Korban, Lari ke Pantai
Sejak pandemi melanda, terjadi penurunan kunjungan wisatawan pada 2020 hingga minus 83,26 persen dan pada tahun yang sama pertumbuhan ekonomi Bali minus 9,31 persen. Angka itu merupakan pencapaian terendah secara nasional.
"Ini tergantung kita. Kalau kita semua semakin taat dan disiplin pada prokes maka kita optimistis Bali Open Border bisa terwujud. Tapi kalau lalai, bisa jadi kita gagal," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Mabuk Arak Bali, Dikira Begal! Kakak Adik di Bekasi Dipukuli Warga Sambil Pelukan
-
Saat Sampah Plastik Disulap Jadi BBM, Upaya Desa Cepaka Atasi Limbah Sulit Didaur Ulang
-
Hadiri Miss Equality World, Arya Wedakarna Dipanggil Badan Kehormatan DPD
-
Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah
-
Ada Sentuhan Jeruk Bali di Menu yang Disantap Presiden Prabowo Bersama Putin
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat
-
Niat Nikahin Anak, Pria di Bali Malah Gasak Sertifikat Tanah dan BPKB Calon Mertua Senilai Rp83 Juta
-
13 Ribu Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan di Bandara Bali
-
Pecah Kepadatan Jawa-Bali, ASDP Kerahkan Kapal Jumbo Jatra I dan Portlink 0
-
42 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali Batal