Scroll untuk membaca artikel
RR Ukirsari Manggalani
Senin, 17 Mei 2021 | 14:13 WIB
PanAm Flight 812 [beritabali.com/wikipedia/Tragedi Pan Am 812, Menabrak Gunung di Bali Utara, 107 Orang Tewas]

Beberapa saksi mata menyatakan bahwa pesawat itu terbakar sebelum menghantam Gunung Mesehe.

Yang lain menyatakan bahwa Kapten Zinke mencoba mendarat dari barat laut, di mana pegunungan itu berada, bukan melalui rute yang biasa (dari timur).

Sisi timur tidak memiliki medan yang curam. Mereka juga menyatakan bahwa pesawat itu meledak tak lama setelah menghantam gunung.

Ada juga laporan bahwa pesawat berputar-putar selama kecelakaan itu.

Baca Juga: Hari Ini Mengenang Tragedi Trisakti Penembakan 12 Mei 1998

Pan American Airways kemudian menyatakan bahwa mereka menolak berkomentar tentang penyebab kecelakaan itu. Mereka menyatakan akan menunggu hasil penyelidikan.

Karena pesawat itu terdaftar di Amerika Serikat, NTSB dipanggil untuk menyelidiki kecelakaan itu. Perwakilan korban dari negara asalnya juga dipanggil oleh Pemerintah Indonesia. FBI juga diminta untuk mengidentifikasi para korban.

FBI mendirikan crisis centre di sebuah hanggar di Denpasar. Identifikasi terhambat oleh keputusan Pemerintah Indonesia untuk menghentikan identifikasi para korban dan penyelidikan kecelakaan ini.

Black box penerbangan ditemukan pada 16 Juli dan perekam suara kokpit ditemukan pada 18 Juli 1974. CVR ditemukan dalam kondisi baik, sedangkan FDR mengalami beberapa kerusakan pada bagian luarnya karena kecelakaan itu.

Pemeriksaan rongsokan Flight 812 menyimpulkan bahwa pesawat tidak pecah dalam penerbangan, karena puing-puing pesawat terkonsentrasi di area tertentu, bukan tersebar.

Baca Juga: Operation Forth Bridge: Peti Jasad Pangeran Philip Akan Diantar Land Rover

NTSB tidak menemukan kerusakan mesin, dan menambahkan bahwa mereka tidak menemukan bukti yang menunjukkan bahwa pesawat itu tidak layak terbang.

Load More