SuaraBali.id - Pada pukul 15.23 UTC (atau 12.23 waktu Bali pada 1974), Pan Am Flight 812 sedang dalam final approaching terakhir mendekati Bali. Pesawat dilaporkan berada di ketinggian 2.500 kaki. Menara Bali di Bandara Ngurah Rai memberikan instruksi untuk melanjutkan final approaching dan melaporkan ketika landasan sudah terlihat.
Flight 812 membalas, "Check inbound". Pada 15.26 pilot-in-command meminta visibilitas dengan memanggil, "Menara kontrol Bali, bagaimana dengan visibilitas di luar saat ini?"
Namun, menurut transkripsi perekam suara Air Traffic Control pesan ini tidak pernah diterima Menara Bali. Rupanya ini adalah pesan terakhir yang dikirimkan pesawat.
Menara Bali terus berusaha menghubungi pesawat dengan meneriakkan, "Clipper delapan satu dua, Menara Bali", dan "Clipper delapan satu dua, Menara Bali, apakah pesan diterima?" beberapa kali.
Namun, tidak ada jawaban yang diterima dari pesawat. Menara Bali total kehilangan kontak dengan pesawat dan menyatakan bahwa pesawat hilang.
Dikutip dari BeritaBali.com, jaringan SuaraBali.id, tragedi Pan Am Flight 812 (PA812), yang dioperasikan oleh Boeing 707-321B Pan American World Airways dan terdaftar N446PA dengan call sign Clipper Climax, terjadi pada 1974.
Pan Am Flight 812 adalah kode penerbangan internasional terjadwal reguler dari Hong Kong ke Los Angeles, California, dengan pemberhentian sementara di Denpasar, Sydney, Nadi, dan Honolulu. Berangkat dari Hong Kong pada 22 April 1974, pukul 11.08 UTC (19.08 waktu Hong Kong). Perkiraan waktu terbang ke Bali adalah 4 jam 23 menit.
Pada 22 April 1974, pesawat nahas ini menabrak daerah pegunungan yang kasar saat mempersiapkan landasan pacu 09 menuju Denpasar setelah penerbangan 4 jam 20 menit dari Hong Kong. Seluruh penumpang, 107 orang tewas bersama kru pesawat.
Lokasi kecelakaan sekitar 42,5 mil laut (48,9 mi; 78,7 km) barat laut Bandara Internasional Ngurah Rai, tepatnya di Desa Tinga-Tinga Buleleng Bali.
Baca Juga: Hari Ini Mengenang Tragedi Trisakti Penembakan 12 Mei 1998
Pasukan terjun payung Indonesia dan pihak berwenang segera dikerahkan ke daerah di mana kontak terakhir telah dilakukan Flight 812. Kontak terakhir dilakukan oleh Pan Am Flight 812 di sekitar Gunung Mesehe, Kabupaten Jembrana Bali.
Pesawat ditemukan menabrak gunung sekitar 37 mil barat laut dari bandara Bali. Puing-puing ditemukan sehari kemudian oleh dua warga desa setempat. Mereka melaporkan bahwa tidak ada yang selamat.
Penumpang dari Sembilan Negara Wafat
Evakuasi jenazah terhambat akibat medan lokasi jatuhnya pesawat yang berada di kawasan pegunungan. Karena lokasi yang sulit, penyelamat terpaksa membatalkan proses evakuasi lewat udara.
Perwira TNI menyatakan bahwa operasi penyelamatan perlu empat atau lima hari. Pada 25 April, sekitar 300 penyelamat dikerahkan ke lokasi kecelakaan. Tentara Indonesia menyatakan bahwa proses evakuasi akan dimulai pada 26 April. Mereka kemudian menambahkan bahwa mereka telah menemukan sekitar 43 jenazah.
Ada 96 penumpang dari sembilan negara, 70 penumpang menuju Bali, 24 orang menuju Sydney, dan dua penumpang menuju Nadi.
Berita Terkait
-
Tragedi Berdarah di Balik Kelamnya Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
-
Tragedi Maut KLM Putri Sakinah, Nakhoda dan ABK Resmi Jadi Tersangka Tewasnya 4 WNA
-
Sumarsih, Ibu yang Tak Pernah Lelah Menunggu Keadilan untuk Wawan
-
Aksi Kamisan: 27 Tahun Tragedi Semanggi I, Negara Pilih Muliakan Soeharto Ketimbang Keadilan
-
Tolak Soeharto Pahlawan, Cerita Pilu Penyintas Tragedi Tanjung Priok: Ditelanjangi di Markas Kodim
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis