SuaraBali.id - "Sepi begini, Gus. Ya, sambil mejejaitan porosan lah. Biar ada kegiatan, supaya tidak stres," kata Ni Nyoman Karta pelaku jasa pijat di Pantai Kuta. Itu perkataannya saat jumpa dengan BeritaBali.com, jaringan dari SuaraBali.id.
Yup, sepinya kunjungan wisatawan membuat para jasa pijat di Pantai Kuta mengisi waktu luang dengan menggarap mejejaitan porosan atau membuat berbagai sarana persembahyangan yang terbuat dari daun kelapa atau janur, untuk ditata bersama pendukungnya seperti bunga dan buah.
Kegiatan mejejaitan porosan ini dilakukan sembari berharap ada yang menyewa jasa pijat serta mengusir kejenuhan menunggu wisatawan. Rata-rata kegiatan ini digunakan sebagai persiapan rahinan.
"Kami mejejahitan ini tidak untuk dijual tapi untuk dipakai sendiri," jelas Ni Nyoman Karta.
Menurutnya, porosan yang dijahit ini digunakan untuk persiapan seandainya ada upacara keagamaan atau rahinan datang dapat digunakan metanding, tidak perlu membeli lagi.
Selanjutnya penjaja jasa pijat lainnya Ibu Wayan juga menyampaikan hal senada. Ia melakukan mejejaitan untuk mengisi waktu di tengah sepi wisatawan.
"Kondisi sepi wisatawan begini, tentu membuat pendapatan ikut menurun drastis, maka dari itu untuk sedikit menekan pengeluaran kami lakukan mejejahitan untuk kebutuhan persiapan rainan jika ada nantinya," ungkas Ibu Wayan.
Berita Terkait
-
Ombak Tinggi Rusak Jalur Pejalan Kaki di Kuta
-
Diikuti Bule, Begini Keseruan Lomba 17 Agustus di Pantai Kuta
-
Pijat Oksitosin Jadi Solusi Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan, Ini Penjelasannya
-
Luhut Mau Bereskan Wisata Bali: Kelab Telanjang Mau Dikurangi
-
Bagaikan Aang, Bapak-bapak Ini Malah Menyambut Ombak Pasang di Pantai Kuta
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?