SuaraBali.id - Sate sianida atau sate beracun Nani Aprilliani Nurjaman menghebohkan publik. Kejam dan sadis yang dilakukan Nani Aprilliani Nurjaman.
Nani Aprilliani Nurjaman memberi sate beracun ke seorang bocah anak pengemudi ojol.
Makanan beracun itu sedianya dikirim Nani untuk kekasihnya yang seorang polisi, Tomy. Namun karena Tomy tak merasa memesan makanan dan tak mengenal si pemberi, maka ia menyerahkan sate tersebut kepada pengemudi ojol yang mengantarnya.
Berikut perjalanan kasus sate beracun dilansir Solopos.com:
1. Istri Siri
Nani Aprilliani Nurjaman diyakini merupakan istri siri dari Aiptu Tomy (ralat, sebelumnya tertulis Ipda Tomy), anggota Polresta Jogja. Tomy adalah sasaran yang hendak diracun Nani.
Ketua RT 3 Pedukuhan Cepokojajar, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantun Agus Riyanto (40) mengatakan, Nani sudah tinggal di lingkungannya sekitar 1 tahun. Selama itu pula, Agus menyebut bahwa Nani tinggal bersama dengan suami sirinya.
"Kalau tinggal di sini sudah setahun sama suami siri. Karena dulu itu waktu silaturahim ke tempat saya awalnya itu ngebel (menelepon) Pak Tomy sama Mbak Nani ke sini buat laporan," katanya saat ditemui wartawan di Pedukuhan Cepokojajar, Selasa.
Hal itu karena setiap warga baru yang tinggal di Pedukuhannya harus laporan terlebih dahulu.
Baca Juga: Racun Sianida: Gejala, Efek, Bau, dan Cara Pertolongan Pertama
Dari laporan itu, menyebut jika Tomy dan Nani telah menikah siri. Bahkan saat laporan, Nani menelepon orang tuanya untuk meyakinkan Agus.
"Ibunya bilang itu, sudah menikah secara agama," ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengaku baru mengetahui hal tersebut. Padahal sebelumnya polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap Nani.
"Kami belum dapat informasi itu," kata Ngadi.
Oleh sebab itu, Ngadi mengaku akan mengklarifikasi keterangan itu dengan yang bersangkutan. Pasalnya saat ini polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Nani.
"Namun, nanti akan kita dalami keterangan itu benar apa tidaknya. Nanti akan kita dalami," ujarnya.
2. Foto Nanti Berdaster Viral
Foto Nani yang mengenakan daster di sel tahanan mendadak viral di media sosial. Ngadi yang mengaku tahu foto tersebut sangat menyayangkannya. "Kami juga dapat foto itu, kenapa bisa seperti itu," kata Ngadi.
Nani sebelumnya diitipkan di Mapolsek Bantul. Kapolsek Bantul, Kompol B Ayom, mengakui foto Nani tersebut memang diambil oleh anggotanya. Hal itu untuk menunjukkan kepada keluarga Nani agar mengirimi pakaian yang layak selama di tahanan.
"Itu kan sebenarnya anggota itu memfoto hari Sabtu [1/5/2021], kemudian fotonya kan pakaiannya seperti dikasih tahu anggota jangan pakaian seperti itu. Terus tanya siapa keluarga yang bisa dihubungi biar diganti pakaiannya," katanya saat ditemui di Polres Bantul.
Selanjutnya, istri anggota itu menjadikan foto Nani Apriliani sebagai status di aplikasi WhatsApp. Karena menjadi status WhatsApp lalu banyak rekan istrinya yang mendownload gambar tersebut.
"Kemudian iseng-iseng sama istrinya untuk status (WA), dan yang melihat grup-grup nya itu. Jadi tidak ada tujuan lain sebetulnya, karena di status itu tadi," ujarnya.
Terkait langkah yang diambil untuk anggota yang kedapatan melakukan hal tersebut, Ayom mengaku telah memanggilnya dan memberikan teguran. Semua itu agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
"Oiya kita laksanakan mintain informasi dan kita kasih teguran karena itu tidak boleh. Tapi kan itu tidak sengaja karena itu untuk pribadi dan istrinya ingin tahu, dikirim terus dijadikan status dan didownload teman-temannya," ucapnya.
3. Polisi Cari Keluarga Nani
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengaku belum ada keluarga Nani yang datang menjenguk. Namun polisi telah menghubungi keluarga Nani untuk segera menjenguk.
"Baru kita hubungi keluarganya untuk segera ke sini. Karena ada beberapa hal yang belum dikomunikasikan dan itu kaitannya dengan NA (Nani Aprilliani) ini," ujarnya.
4. Misteri R
Ngadi melanjutkan, saat ini anggotanya tengah bergerak untuk memburu R. Semua itu untuk mengungkap siapa sebenarnya R yang disebut Nani sebagai teman lelaki yang menganjurkan mengirim sate lontong yang telah dicampuri racun sianida.
"Hari ini anggota kami sedang bergerak untuk memastikan R itu siapa," ucapnya.
Terkait siapa R, Ngadi mengaku masih mendalaminya karena minim informasi terkait R. Sedangkan dari keterangan, Nani Aprilliani mengaku kepada polisi jika R adalah pelanggan salon di tempatnya bekerja.
"Dari keterangan si NA, R ini adalah pelanggan biasa di tempat kerja salon NA dan menurut pengakuan NA ya sudah cukup lama juga sebagai pelanggan," katanya.
"R handphone-nya mati. Ini sedang kita lakukan pelacakan mudah-mudahan ada titik terang dari pelacakan ini," kata Ngadi.
"Jadi belum kita dapatkan profesinya apa yang jelas dia adalah pelanggan seperti yang lainnya. Umurnya saja belum kami konfirmasi," imbuh Ngadi.
"Harus ada pengaturan yang ketat terhadap peredaran bahan kimia yang membahayakan seperti sianida agar tidak dapat mudah diakses masyarakat," lanjutnya.
Diketahui, motif Nani Aprilliani mengirim takjil sianida itu karena mantan kekasihnya, Tomy, meninggalkan Nani dan menikah dengan wanita lain. Nani dan Tomy disebut telah menikah siri.
Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono, menambahkan racun sianida itu dibeli via online pada 28 Maret 2021. Dalam riwayat pembelian melalui e-commerce itu pesannya sodium sianida.
"Jadi pesanannya di aplikasi tersebut sodium sianida. Tapi setelah dicek, ternyata kalium sianida," kata Wachyu.
Pelajaran berharga
Salah satu pelajaran dari kasus ini adalah jangan sembarangan menerima makanan pemberian orang tak dikenal.
"Kita tidak asal menerima pemberian takjil dengan sembarangan. Pastikan dulu apakah kita kenal pihak yang memberikan makanan takjil," ujar Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).
Ace meminta masyarakat perlu menyelidiki pihak atau lembaga yang membagikan takjil. Hal ini agar mencegah kejadian maut seperti yang terjadi di Bantul, terulang.
"Bahkan jika diperlukan kita harus tahu kandungan makanan yang diberikan itu. Tentu bukan berarti kita selalu curiga terhadap orang yang ingin membagikan makanan. Namun sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu siapa yang membagikannya. Di bulan Ramadhan ini memang banyak orang yang ingin beramal dan berbagi. Hal ini sangat baik," jelas pimpinan Komisi DPR bidang keagamaan ini .
Selain itu, Ace mengatakan perlu adanya aturan yang ketat terkait peredaran sianida. Sehingga warga sipil tak mudah memperoleh senyawa kimia yang efeknya mematikan tersebut.
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Gerebek Penginapan di Kuta, 26 WNA Diduga Terlibat Jaringan Penipuan Online dan Penyekapan
-
108 Desa di Bali Kini Dikepung Ribuan BTS, Wilayah Blank Spot Semakin Minim
-
Tawarkan Jasa Prostitusi Online Ilegal di Bali, Tiga WNA Diamankan Imigrasi
-
Kapan Pasien Diabetes Wajib Pakai Insulin? Ini Penjelasan Medisnya
-
Fundamental Kokoh, Saham BBRI Tetap Jadi Pilihan Utama Investor