Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Selasa, 04 Mei 2021 | 20:10 WIB
Biswaroop Roy Chowdhury (Youtube Anand Link)

"Jika ada 100 pasien dan saya mengklaim bahwa saya menyembuhkan Anda semua, Anda melihat 97 persen akan sembuh, bahkan tanpa intervensi apa pun," katanya.

Dr Gupta mengatakan lebih banyak yang harus dilakukan untuk menghentikan penyebaran informasi yang salah tersebut.

"Ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk mencatatnya dan memastikan orang-orang ini terkendali," katanya.

Betapapun, Chowdhury mendukung metodenya dan menolak tuduhan bahwa ajarannya membahayakan orang.

Baca Juga: Mutasi India dan Afsel Masuk Indonesia, Satgas Covid-19: Jangan Panik

"Apa mereka memberikan bukti apa pun? Saya kira tidak," katanya kepada BBC.

Penyelidikan kriminal

Namun, ahli gizi itu kini sedang diselidiki terkait satu klaim spesifik bahwa metodenya telah menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Jaideep Bihani, seorang insinyur dari Delhi, telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Chowdhury atas kematian ibunya, Shanti Bihani, pada Agustus 2017.

Bihani mengatakan kepada BBC bahwa dia "100%" menyalahkan Chowdhury atas kematian ibunya.

Baca Juga: Dalam 5 Hari, 8.080 Warga Yogyakarta Telah Divaksin di Sentra Vaksinasi Ini

Ibu Bihani, yang kala itu berusia 56 tahun, menderita diabetes, penyakit jantung dan tiroid.

Load More