SuaraBali.id - Ada banyak hal yang bisa menyebabkan stres, baik faktor ekstenal maupun internal. Meski begitu, perlu diketahui bahwa ada pula kebiasaan buruk sehari-hari yang dapat meningkatkan stres tersebut.
Merangkum Eat This, berikut beberapa kebiasaan buruk yang membuat Anda merasa lebih stres setiap hari.
Kurang Tidur Berkualitas
Kurangnya waktu tidur berkualitas setiap malam dapat sangat merusak kesehatan secara keseluruhan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), kurang tidur bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan depresi.
Kurang tidur juga bisa menghambat fungsi kekebalan, menyebabkan kenaikan berat badan, dan berkontribusi pada tingkat stres yang lebih tinggi.
Konsumsi Kafein Terlalu Tinggi
Minum kopi memang memberikan banyak manfaat kesehatan. Walau demikian, kebanyakan kafein malah bisa meningkatkan kadar kortisol Anda sehingga dapat meningkatkan efek stres pada tubuh.
Sebuah studi tahun 2013 menunjukkan bahwa konsumsi kafein yang tinggi secara rutin bisa menyebabkan penambahan berat badan atau perubahan suasana hati menjadi kondisi kronis yang lebih serius seperti penyakit kardiovaskular serta diabetes.
Diet Terlalu Ketat
Baca Juga: Berciuman Bisa Buat Wajah Awet Muda, Barikut Manfaat Lainnya
Banyak orang melakukan diet untuk menjaga maupun menurunkan berat badan. Sayangnya, mengikuti diet ketat memungkinan kadar kortisol Anda dari biasanya.
Sebuah studi tahun 2010 mengungkapkan, membatasi kalori meningkatkan output total kortisol, menunjukkan bahwa diet bisa merusak kesehatan mental.
Puasa intermiten dan puasa yang panjang bisa menyebabkan kadar gula darah turun sehingga bisa membuat Anda mudah tersinggung atau stres.
Kekurangan Makanan Sehat
Tahukah Anda? Sebanyak 95 persen dari pasokan serotonin tubuh alias hormon perasaan baik terletak di dalam bakteri usus. Namun, kalau Anda mengisi perut dengan makanan yang banyak diproses, tinggi gula dan lemak jenuh, itu bisa berdampak negatif pada bakteri usus yang sehat dan meningkatkan stres.
Sebaiknya, pastikan Anda makan banyak makanan kaya probiotik, termasuk yogurt, kombucha, kefir, sauerkraut, dan tempe. Selain itu, konsumsi lebih banyak makanan dengan asam lemak omega-3 seperti salmon dan vitamin C juga bisa membantu menjaga kadar kortisol tetap terkendali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Terkini
-
Terkuak! Saksi Kunci Pembunuhan Brigadir Nurhadi Terima Rp35 Juta dari Kompol Yogi
-
Kepala Kanwil BPN Bali Resmi Jadi Tersangka, Ini Kasusnya!
-
Rahasia Gaya Gen Z 2026: 4 OOTD Viral Bikin Langsung Terlihat Stylish & Elegan
-
5 Alasan iPhone 17 Pro Max Masih Diburu di Awal 2026
-
7 Camilan Sehat Ini Bikin Kenyang Tanpa Takut Gemuk